Yang Milenial WAJIB BACA!!! 4 Hal yang hilang dari Masyarakat Suku Jawa

Yang Milenial WAJIB BACA!!! 4 Hal yang hilang dari Masyarakat Suku Jawa

Foto: detik.com

 

Artikel ini adalah buah dari perenungan diri sendiri, sampai sekarang hal itu masih terngiang-ngiang gengs. Generasi ke generasi nampaknya sudah mulai tergradasi. Terutama dibidang pendidikan kalau mengingat zaman dulu, saat saya belajar di Sekolah Dasar ada namanya mata pelajaran PMP atau Pendidikan Moral Pancasila lalu ada pelajaran Muatan Lokal.


Lalu yang sampai sekarang saya ingat adalah ketika saya dijewer sama Bapak Ibu Guru (pernah sampai suruh bersihin WC dan dikunci di kamar mandi beberapa kali oleh beliau-beliau) saya enggak berani lapor sama Orang Tua saya. Suatu hari pernah sih lapor tapi malah ditambahin jewerannya. Nah kalau kayak gitu kan mending saya diemkan. Bereeesss.


Namun fakta anak-anak dan orang tua zaman sekarang tidak seperti itu, mungkin orang tuanya balas dendam kali ya karena dulu nasib nya kayak saya enggk ada yang bela saat kuping ini panas karena dijewer sama Bapak Ibu Guru. Nasib bukannya dibela sama orang tua malah ditambahin. Yaaa, mungkin para Orang Tua yang sampai nglaporin Guru ke Polisi sakit hati zaman dahulu yang belum terobati.


Sedih melihat kasus-kasus Guru dilaporkan ke Polisi karena dianggap menganiaya muridnya, ada lagi anak melaporkan orang tua nya ke Polisi hanya soal yang sepele, kalau mau bukti silahkan cari saja di google udah bejibun kasus-kasus yang nggk masuk akal tersebut.


Udah deh, kembali lagi ke judul artikel diatas dan kebetulan juga saya orang Jawa tulen dan 2 mata pelajaran yang menurut saya penting banget dari Pendidikan Moral Pancasila kita diajarkan berbuat sesuai apa yang diatur oleh Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia dan Muatan Lokal dimana pendidikan menjadi orang Jawa tidak hanya didapat dari lingkungan keluarga saja namun dari pendidikan formal.


Dahulu saya diajarkan nembang pakai Bahasa Jawa, belajar nembang mocopat, belajar bahasa krama Inggil dan peribahasa Bahasa Jawa dan yang tak kalah penting menulis aksara Jawa. Hal tersebut sudah tidak bisa saya lakukan. Yaap jati diri saya sebagai seorang Jawa hanya sekedar cover nya saja sampai suatu saat pasti ada yang bilang “Mosok wong jowo ora reti” (Masa orang Jawa tidak tahu).


Yaa, Masyarakat Suku Jawa sekarang sudah tergradasi dan sebagian bahkan seluruhnya tidak mengetahui jati dirinya. Dari kegelisaan ini saya coba rangkum tentang sesuatu yang hilang dari Orang Jawa, sebagai berikut:


1. Tidak bisa nembang mocopat
Dilansir dari beberapa sumber, mocopat adalah nembang menggunakan bahasa jawa, atau melagukan syair-syair menggunakan bahasa Jawa. Coba siapa yang bisa melagukan syair-syair Bahasa Jawa? Sekedar informasi berikut adalah beberapa jenis tembang macapat yaitu, Pangkur, Maskumambang, Asmaradana, Sinom, Mijil, Kinanthi, Gambuh, Pucung, Megatruh, Pangkur, Dandanggula.


2. Tidak bisa berbicara menggunakan Bahasa Krama Inggil
Kalau orang Jawa Timur menganggap bahwa bahasa Jawa nya kasar karena pakai bahasa Ngoko dan jarang sekali pakai Bahasa Krama. Tenang Cak!!! Mbok kiro aku iso Boso Kromo, Aku yo ra iso Jon.... Betul sekali anak sekarang lebih memilih pakai bahasa Indonesia daripada pakai bahasa daerahnya dan seharusnya Bahasa Krama itu dipakai saat kita bicara dengan orang yang lebih tua, tapiiii.... nyatanya tiddaaaakkkk....


3. Nulis Aksara Jawa
Udah deh nggak usah panjang lebar, silahkan bertanya pada diri sendiri siapa yang bisa nulis “ha-na-ca-ra-ka” saya yakin hampir seluruh anak milenial tidak bisa melakukannya termasuk saya sendiri.


4. Sopan Santun Kepada Orang Tua
Orang Jawa terkenal dengan keramah tamahannya dan Sopan Santunnya dan di Jawa sendiri ada unggah-ungguh dan tata krama saat berbicara dengan orang terutama berbicara dengan orang yang lebih tua, bagaimana saat jalan melewati orang lain, bagaimana harus bersikap dengan orang lain, bagaimana bertamu, bagaimana duduk yang baik dan lainnya. Banyak yang harus dipelajari kembali, kok ribet sih? Lu aja yang enggk mau ribet keles.


Masih banyak lagi yang pastinya hilang dari Masyarakat Jawa enggk hanya Cuma empat, karena Suku Jawa adalah Suku yang kaya akan tradisi dan budaya. Maaf bukan mengesampingkan suku lain, pastinya suku lain juga kaya akan tradisi dan budaya. Namun karena saya Orang Jawa maka saya lebih tahu tentang Seorang Jawa.


So, Gengs...please remind it kita harus tahu asal kita dari mana dan apa yang harus kita lakukan, seperti yang dikatakan oleh Kaisar Jepang dalam film Last Samurai “dan sekrang Kita memiliki rel kereta, meriam dan pakaian barat. But We we cannot forget who we are atau asal usul kita”