Waspadalah! 4 Hal Ini Menandakan Kamu Sudah Terjebak dalam Solidaritas Ngawur

Waspadalah! 4 Hal Ini Menandakan Kamu Sudah Terjebak dalam Solidaritas Ngawur

Photo by Free-Photos on Pixabay

 

Gengs, sebagai makhluk sosial, kamu pasti butuh teman. Sayangnya, pertemanan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Segala hal bisa memicu persoalan yang berujung konflik. Bahkan, sahabat pun bisa menjadi musuh karena sesuatu yang tidak sejalan dan sepemikiran.

Tidak menutup kemungkinan, teman yang sudah begitu dekat pun menekanmu agar melakukan tindakan yang tidak sejalan, bahkan tidak sesuai dengan hati nurani. Dia membujuk, bahkan mendesak kamu melakukan suatu hal atau tindakan buruk dan tidak terpuji dengan alasan solidaritas atau kesetiakawanan. Sikon seperti ini sering kali membuat kamu sulit berpikir sehat. Bahkan, tak jarang membuat kamu salah langkah.

Lalu, bagaimana selama ini kamu memaknai pertemananmu? Ayo cari tahu agar kamu tidak terjebak dalam pertemanan tidak sehat yang berkedok solidaritas ngawur.

 

1. Melakukan apa pun atas nama kesetiakawanan

Photo by StockSnap on Pixabay

Photo by StockSnap on Pixabay
 

Tentu saja pemahamanmu ini keliru. Sadar atau tidak, hal ini mendorong kamu untuk melakukan hal-hal bodoh yang bisa merugikan dirimu sendiri. Pertemanan seperti ini cenderung menjerumuskan kamu pada hal-hal yang tidak baik. Jangan karena hutang budi atau alasan lain, kamu bersedia melakukan apa pun yang diminta temanmu, meskipun kamu sadar apa yang kamu lakukan itu salah dan membawamu pada kehancuran.

Dalam hubungan pertemanan, bukan berarti kamu tidak memiliki kebebasan untuk memilih dan menentukan apa yang tidak dan apa yang boleh kamu lakukan. Kamu pasti tahu mana yang benar dan salah. Kamu harus kritis dan berpikir jernih dalam melakukan tindakan apa pun, apalagi dengan mengatasnamakan kesetiakawanan.

 

2. Memaknai pertemanan adalah segalanya sehingga tidak segan melanggar batasan atau norma yang berlaku

Photo by AdinaVoicu on Pixabay

Photo by AdinaVoicu on Pixabay
 

Masih berkaitan dengan poin satu, ini juga pemahaman yang keliru. Hubungan pertemanan yang sehat selalu ada batasan atau norma yang tidak boleh dilanggar. Ajakan atau bujukan teman untuk melakukan hal atau tindakan tidak terpuji alias negatif sebaiknya kamu pikirkan dan pertimbangkan dan pikirkan dulu. Bila perlu minta masukan orang lain atau orang tuamu. Jangan sampai hubungan pertemananmu ini menjerumuskan kamu.

Ingat, pertemanan bukanlah segalanya karena kamu juga punya keluarga, orang tua, dan saudara-saudaramu yang nama baiknya harus kamu jaga. Keluargamu juga yang akan turun tangan saat kamu mengalami kesusahan dan butuh pertolongan. Temanmu belum tentu bersedia dan mampu melakukannya. Seringnya, mereka akan lepas tangan dan membebankan masalah itu kepadamu. Yang rugi kamu juga, ‘kan Gengs?

Jadi, jangan sampai salah langkah, ya Gengs?

 

3. Memiliki perasaan takut dijauhi dan dimusuhi

Photo by Marusya21111999 on Pixabay

Photo by Marusya21111999 on Pixabay
 

Hai, kalau kamu memiliki perasaan takut dijauhi dan dimusuhi, kamu salah. Gunakan hati nurani dan pikiran sehatmu. Bila dia atau kelompokmu menganggapmu teman, mereka tidak akan membujuk, menekan, dan mendesak kamu untuk melakukan hal bodoh atau tindakan tidak terpuji dan melanggar aturan atau norma yang berlaku.

Jika kamu merasa bimbang dengan hubungan pertemanan yang tidak sehat ini, sekali lagi, gunakan hati nurani dan akal sehatmu yang akan menuntunmu pada kebenaran. Jangan sampai terjebak pada ajakan dan bujukan yang menyesatkan.

Teman yang mengatasnamakan kesetiakawanan agar bisa menekanmu tidak perlu kamu pertahankan. Carilah teman yang membawa pengaruh positif buatmu. Selektiflah dalam memilih teman. Jadilah pribadi yang menyenangkan sehingga banyak yng ingin berteman denganmu sehingga kamu bisa menilai dan memilih teman seperti apa yang baik buatmu.

 

4. Saat teman menjerumuskanmu pada hal-hal yang negatif yang bisa menghancurkan masa depanmu

Photo by StockSnap on Pixabay

Photo by StockSnap on Pixabay
 

Sadarlah, tidak perlu memaksakan diri mempertahankan hubungan pertemanan yang tidak sehat ini. Tidak ada untungnya sama sekali bergaul dengan teman yang membawa pengaruh buruk dalam hidupmu. Teman seperti ini bisa membahayakan keselamatanmu, menghancurkan masa depanmu.

Teman yang baik tidak akan menekanmu agar mau melakukan tindakan buruk yang tidak terpuji, sekalipun dengan dalih kesetiakawanan. Teman yang baik akan selalu ada di saat-saat terburukmu dan membantumu mengatasi dan menyelesaikan masalah, bukan membuat masalah dan membebankannya kepadamu, bahkan meninggalkanmu. Camkan itu, Gengs!

Jadi, sebelum terlambat, waspadalah! Jangan sampai kamu terjebak dalam pertemanan yang berkedok solidaritas ngawur ini, ya Gengs?