Tips Mengatasi Writer's Block

Tips Mengatasi Writer's Block

Photo by Hannah Olinger on Unsplash

 

Di hari yang cerah, secerah wajah para pegawai kantoran yang baru gajian, kemudian ia mendadak murung karena harus membayar tagihan bulanan. Eh? Canda, Gengs. Pembaca yang budiman dan selalu dalam lindungan Tuhan, kesalahan bukan terletak pada kalian, melainkan pada penulis amatiran yang baru saja sembuh dari serangan virus mematikan bernama Writer's Block.

 

Yaps! Writer's Block, sebuah virus yang tiba-tiba menyerang seorang penulis tanpa harus diundang. Virus yang membuat para penulis mengalami gangguan dalam mencari ide, virus yang menghambat si penulis dalam mengimplementasikan hasil pemikirannya dalam merangkai kata untuk menyelesaikan karya tulisnya. 

 

Dari penulis yang masih coba-coba hingga penulis ternama, bila Writer's Block sudah melanda, maka untuk mengembangkan ide menjadi sebuah karya tulis akan menjadi ambyar bin buyar. Lantas bagaimana solusinya? Berikut beberapa tips mengatasi Writer's Block dari saya untuk kalian sobat milenial yang memiliki hobi menulis.

 

1. Menepilah Sejenak Dari Aktivitas Menulismu
Na na na na, jika Writer's Block sedang melanda, jangan pernah memaksakan diri kalian untuk menyelesaikan tulisan yang sedang kalian bikin. Kenapa begitu? Ya, karena hasil tulisannya tidak akan maksimal. Tulisan yang kalian bikin tidak akan kelar-kelar, malahan yang ada bentar-bentar mengubah judul tulisan, terus habis itu mengubah isinya dan parahnya lagi, intisari dari karya tulis yang manteman bikin tidak akan ketemu alias buntu.

Dari pada semakin memperparah situasi mood menulis kalian, lebih baik untuk sementara waktu kalian kudu menepi sejenak dari aktivitas menulis kalian. Ingat ya, menepi untuk rehat sejanak, bukan menepi lalu berhenti untuk menulis.


2. Mencari Suasana Baru Di luar Aktivitas Menulis
Untuk merefresh kembali mood kalian dalam menulis, sebaiknya kalian mencari suasana baru. Yaps! Jalan-jalan dan jajan-jajan, bisa menjadi alternative lain untuk memerangi Writer's Block yang sedang dialami. Pergi ngemall kek meski pun tidak belanja, nongkrong di WC, kek. Eh? Bukan-bukan itu maksudnya, tapi nongkrong di kafe sembari ngegibah bareng teman atau keluarga, ya syukur-syukur dapat traktiran. 

Kenapa membutuhkan suasana baru diluar aktivitas menulis? Karena, menulis itu menjenuhkan dan melelahkan. Banyak memakan waktu, energi dan pikiran. Biar ide yang mampet kembali mengalir, ya mending rehat sejenak untuk mencari suasana baru guna membangkitkan mood menulismu.


3. Mencari Inspirasi Dengan Membaca Buku Dan Mendengarkan Musik
Ispirasi itu bisa datang dari mana saja. Salah duanya ialah dengan mendengarkan Musik dan membaca buku. Setiap penulis, tidak akan mahir menulis karena ia malas untuk membaca buku. Akan ada banyak inspirasi yang akan kalian dapatkan ketika membaca buku. Ya, paling enggak, otak kalian yang lagi buntu bisa mendapatkan asupan informasi tambahan, guna bisa mengembangkan imajinasi menulis kalian menjadi lebih liar dan lebih brutal lagi.

Lantas, bagaimana dengan mendengarkan musik? Yaps! Dengan mendengarkan musik sambil nyanyi-nyanyi, terkadang juga ampuh untuk merilekskan pikiran, bahkan tak jarang pula dari sebuah musik yang didengar dapat memunculkan ide dalam menulis, terlebih bagi manteman yang doyan menulis puisi, cerpen dan novel. 'Entah apa yang merasukimu, syalalalalala... Jreng... Jreng... Jreng...'


4. Mencari Waktu Terbaik Untuk Kembali Menulis
Bila mood menulis sudah membaik dan pikiran sudah kembali fresh, yang kudu kalian lakukan adalah mencari waktu terbaik untuk mulai menulis. Kenapa begitu? Tentunya, setiap penulis memiliki waktu terbaiknya untuk menulis. Ada penulis yang nyaman menulis ditengah kebisingan dan keramaian, ada pula penulis yang lebih nyaman menulis dalam suasana hening dan tenang. 

Bahkan ada juga penulis yang nyaman menulis di siang bolong, ada yang nyaman menulis di malam hari dan bahkan menulis di pagi hari sebelum mandi, ups. Tentunya setiap penulis mempunyai waktu terbaiknya sendiri-sendiri untuk menulis dan kalian tinggal menganalisa sendiri kebiasaan kalian saat menulis seperti apa, lalu menyesuaikannya dengan mood kalian, guna mendapatkan hasil karya tulis yang maksimal.


5. Biasakan Untuk Membuat Outline Terlebih Dahulu
Membuat garis besar atau bahasa kerennya adalah Outline dalam sebuah karya tulis, tentulah sangat penting. Outline sangat berperan besar untuk memudahkan kalian menyelesaikan sebuah tulisan. Biasakan membuat poin-poin pentingnya, jadi jika kalian kalian menemui kendala dalam menulis sebuah bab cerita atau artikel, kalian bisa beralih ke bab atau segmen tulisan berikutnya. Ya, minimal kalian tidak stuck menulis, pikiran kalian tidak terfokus pada satu atau dua tema yang menjemukan.

"Menulis itu banyak membuang waktu dan energi. Jadi siapkanlah waktu terbaik kalian untuk menulis, agar tidak ada lagi Writer's Block  diantara kita."