Tips Memperlakukan Wanita

Tips Memperlakukan Wanita

Hai Milenialis! Di zaman yang penuh serba-serbi, serba modern dan serba maju yang majunya entah mau kemana ini, ada banyak cara bagi seorang lelaki untuk menyenangkan hati seorang wanita. Entah wanita itu adalah mbahmu, ibumu, kakakmu, adikmu, pacarmu, gebetanmu, mantanmu atau bahkan mungkin selingkuhanmu, eh? Santuy brayy, canda.

 

Nah, bagi para lelaki sejati yang tentunya bukan Leleman alias lelaki lemah iman, pernahkah kalian memperlakukan seorang wanita layaknya seorang Cinderella? Kalau pun pernah, ya jangan sampai kebablasan, brayy. Menurut hasil studi banding dan ilmu psikologi yang dipelajari sendiri, berikut ini adalah tips memperlakukan seorang wanita dengan cara yang sederhana tapi ngena.

 

1. Memberi Perhatian
Tak perlu memberikan hal yang terlampau extreme, Gaes. Wanita itu sangat suka bila seorang lelaki memberikan perhatian terhadapnya. Tapi yo ndak usah lebai seperti tayangan sinetron di televisi juga cara memberikan perhatiannya. Semua harus dilakukan sewajarnya saja, secukupnya saja dan semampunya saja. Ingat brayy, segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan itu memberikan efek yang tidak baik.
 
 
2. Menyimak Apapun Yang Mereka Katakan
Menurut wangsit yang kudapat, wanita itu tidak suka bila perkataannya tidak didengarkan. Ketika seorang wanita tengah menjelaskan sesuatu, simaklah perkataannya dengan baik. Meskipun dalam hakikatnya peran lelaki itu adalah leader alias bukan follower, tidak usah membantah kalau pun kalian merasa diri kalian benar, brayy. Karena, seorang lelaki akan dihormati seorang wanita jika ia bisa memperlakukan wanitanya dengan penuh rasa hormat.
 
 
3. Tak Membatasi Ide Dan Ruang Gerak Mereka
Di zaman yang terus berkembang dan kian absurd ini, Eh? Keinginan wanita sama seperti pria. Mereka juga memiliki impian untuk membangun karier. Tentu saja mereka tak ingin dibatasi saat ingin menggapai impiannya. Sekali pun sulit, bukan hal yang tidak mungkin bagi wanita di era sekarang untuk merintis karir yang mereka impikan.
 
Sebagai seorang kekasih atau pasangan hidup, membatasi ruang gerak mereka tanpa memberi wadah untuk menyalurkan hobi atau passion, tentu membuat mereka merasa tertekan. Stres bahkan depresi.
 
Terlebih saat wanitamu masih memiliki niat dan keinginan yang menggebu untuk menggapai impian. Tentu saja mendukung dengan memberi ruang gerak dan tak membatasi, selagi masih di jalan yang baik akan membuat mereka merasa lebih nyaman dan dihargai. 
 
 
4. Tak Hanya Sekadar Bilang Cinta
Berkata cinta memang mudah, semudah mengucapkan kata I Love You. Namun di zaman sekarang ini, tidak jarang seorang wanita mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Jika tidak mampu mengajarkan hal baik atau menuntut ke jalan yang lebih baik, setidaknya jangan menuntun wanitamu ke arah yang buruk dan membuat mereka semakin jauh dari kebaikan.
 
Ya, meski bukan hal yang mudah. Sebagai seorang lelaki sejati tentu memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi dan menuntun wanitanya menuju arah yang lebih baik. Ingat Gaes, lelaki itu merupakan imam. Imam itu merupakan seorang pemimpin.
 
 
5. Tidak Menyinggung Prinsip Hidup Wanitamu
Semakin berkembangnya zaman, maka prinsip hidup seorang wanita menjadi sangat kuat. Bukan hanya sebagai seorang wanita karier atau ibu rumah tangga saja. Kini perempuan pun semakin tahu apa yang mereka inginkan dan kemana mereka harusnya melangkah.
 
Siapa pun kita harus saling menjaga, bahkan harus mendukung setiap prinsip yang baik. Sekali pun anda sebagai lelaki tidak setuju dengan apa yang mereka percayai atau mereka lakukan, janganlah sesekali kalian menyinggung tentang prinsip hidupnya. 
 
Sebagai seorang lelaki sejati, kita tidak berhak untuk memfonis prinsip hidupnya. Cukup, beri tahu yang salah dan sampaikan yang benar tapi jangan memaksa. Sebab bagaimana kita sebagai lelaki ingin dihargai, mereka pun wanita juga ingin dihargai.
 
"Wahai kaum Pria, sayangilah Wanitamu. Karena air mata seorang wanita itu mahal. Dibalik linangan air matanya terdapat eye shadow, eyeliner, bedak dan lipstik yang luntur. Kadang, dari sorot pandang matanya yang memerah, terlihat pula remukan ponsel yang ia banting."