Tes CPNS Pake Jimat atau Tidak

Tes CPNS Pake Jimat atau Tidak

Perekrutan ASN oleh pemerintah Negara Republik I ndonesia yang sebentar lagi akan dilaksanakan telah membuat para pesertanya tidak tenang dan harap-harap cemas. Dari benak hati mereka pasti menginginkan untuk lolos tes CPNS tahun ini. Beberapa sebagian dari mereka bahkan ada yang hanya mempunyai tujuan untuk jadi PNS saja.
 

Golongan itu adalah golongan yang diperas tenaganya oleh pemerintah. Yaaah, mereka sering disebut dengan tenaga Honorer. 

 

Tenaga honorer ini sebenarnya tulang punggung diberbagai instasi pemerintah, tetapi kesejahteraan mereka malah tidak tersentuh. Sedangkan tenaga mereka 100% didedikasikan untuk berjuang dijalan yang sebenarnya tidak diinginkan. 

 

Anggap saja guru honorer ialah yang berjuang mencerdaskan anak bangsa, dengan tetesan keringat tiap hari, tetapi kerja keras mereka tidak dihargai secara layak. Gaji yang mereka terima terkadang tidak cukup untuk operasional sehari-harinya, bahkan untuk menjalankan motornya aja harus terpaksa hutang bensin di warung tetangga. 

 

Nah, karena harapan untuk menjadi PNS dan berkehidupan lebih baik, banyak yang mengikuti tes CPNS dengan memanfaatkan hal-hal yang berbau metafisik. Hal ini bertujuan untuk mereka dalam mengerjakan tes CPNS tersebut. Dari beberapa sumber ada yang menyebutkan bahwa jimat itu tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya tes. Ntah tes apa saja jimat selalu menjadi piandel dan idola atau sesuatu hal yang dapat mengundang keberuntungan. 

 

Maka tidak heran apabila saat penggeledahan sebebelum masuk ruangan tes banyak disita barang-barang yang terindikasi sebagai jimat keberuntungan. Sedang jimat ini banyak sekali macam dan coraknya. Mayoritas yang ada adalah jimat dengan tulisan arab yang dituliskan di kertas kemudian dibungkus dengan kain putih. 

 

Tapi namanya rezeki semua tidak ada yang tau, semua terserah Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. Dalam tes CPNS ini tidak sedikit orang yang lolos tes tanpa jimat, tetapi ada juga yang lolos menggunakan jimat. Jadi kesimpulannya jangan mengolok-olok orang yang memakai jimat, dan orang
Yang tidak menggunakan jimat. Sebab orang punya cara tertentu untuk mewujudkan mimpinnya dan mereka menunjukkan usaha denga sesungguhnya. Jadi paham kan sampai di sini?