Tanda Kamu Berada Di Toxic Relationship, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Tanda Kamu Berada Di Toxic Relationship, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Photo by Joshua Rawson-Harris on Unsplash

 

Memiliki pasangan hidup atau teman hidup merupakan suatu hal lumrah bagi seorang manusia yang didesain memang sebagai mahluk sosial. Namun apa jadinya jika kita memiliki pasangan yang tanpa kamu sadari justru membuat hidupmu berantakan, bahkan hingga membuat mentalmu brakdown.

Beberapa orang tidak menyadari bahwa dia memiliki pasangan yang toxic untuk kehidupannya, llau bagaimana mengenali tanda tanda atau gejala toxic relationship.

 

1. Terlalu mengkritik

Mengkritik seseorang memang hal yang wajar dan dapat membangun kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tapi keseringan mengkritik juga tidak baik loh apalagi kritikanmu snagat berlebihan. Ini bisa menyebabkan mental down tanpa kamu sadari karena kritikanmu tersebut.

 

2. Penghinaan

Terkadang candaan dibarengi dengan penghinaan tanpa kita sadari loh, atau justru penghinaan yang dibungkus dengan candaan, misalnya pasangamu atau seseorang mengomentari fisikmu dengan berdalih itu hanya candaan, kamu boleh marah dan tidak suka terhadap candaan seperti itu. Dengan berterusterang dan menunjukan ekspresi demikian kamu sudah menyelematkan mentalmu dari kerusakan bullying.

 

3. Cemburu berlebihan

Cemburu adalah hal yang wajar, namun jika cemburu pasanganmu sudha berlibahan sebaiknya kamu pikir ulang lagi untuk meneruskan hubungan bersama dengan orang seperti itu, bisa jadi ini membuat mentalmu lelah dan tertekan terhadap sikap cemburunya yang berlebihan. Orang yang memiliki cemburu yang besar tidak menutup kemungkinan juga membatasi ruang gerakmu loh.  

 

4. Tidak ingin pasangannya lebih hebat dari dirinya

Support system memang dibutuhkan bagi setiap individual dalam segi aspek kehidupan kita, memiliki support system yang baik akan berdampak pada kemajuan kita loh. Sebaliknya seseorang dengan support system yang buruk cenderung menghambat kemajuan kita, apalagi pasangan yang justru merasa bahwa kita adalah kompetitor mereka.