Sampaikan Beberapa Hal ini, Sebelum Kalian Memberikan Hutang

Sampaikan Beberapa Hal ini, Sebelum Kalian Memberikan Hutang

Photo by EVG photos from Pexels

 

Dikutip dari akun facebook Cha le'cha beberapa jawaban untuk orang yang mau berhutang ini menjadi tips buat kalian yang sedang bingung ngasih jawaban. Atau paling nggak membuat sadar bahwa kita membantu bukan untuk menghamburkan atau berbagi uang secara cuma-cuma, tetapi karena kita mempunyai simpati dan respek yang tinggi.


1. Seseorang yang mau meminjamimu uang, adalah pahlawanmu. 

Perlu kalian ingat dan kalian ketahui.
Apabila orang tersebut memberimu pinjaman tanpa ada syarat yang memberatkanmu, maka ia adalah pahlawan tertinggi di antara pahlawan-pahlawanmu yang lain. Sampai dengan saat ini, pahlawan seperti itu jarang sekali ada, jikalau pun ada itu tidak banyak.
Jika kamu sampai menemukan mereka, maka hargailah seumur hidupmu, sebab untuk menjadi mereka itu tidaklah gampang.

 

2. Orang berhati tulus menolongmu

Hal ini perlu kalian catat dan kalian pahami, orang yang bisa bersedia meminjamkan uang ketika kamu kesulitan, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia ingin membantumu, mengulurkan tangannya untuk menarikmu saat kamu akan jatuh.

Jika kalian bisa melihat hal berbeda, kalian akan memahami bahwa yang dipinjamkannya kepadamu itu juga bukanlah uang, melainkan sebuah ketulusan, sebuah kepercayaan, dukungan dan kesempatan untuk kamu berinvestasi di masa depan.

 

3. Orang menolongmu meminjami uang karena percaya kepadamu.

Tulisan ini di tulis untuk membuat sadar, bahwa saya, kalian ataupun dan entah siapa pun mereka yang mempunyai hati penolong sangat berharap sobat-sobat sekalian jangan sekali- kali menginjak "kepercayaan", sekali orang lain kehilangan kepercayaan padamu, maka hidupmu pasti hancur. Ingat, kepercayaan orang lain adalah harta seumur hidup.


Selain itu, tolong kamu catat perkataan di bawah ini:

1. Orang yang suka inisiatif mentraktir, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia memandang "pertemanan lebih penting" dari pada hartanya.

2. Orang yang suka mengalah saat bekerja sama, bukanlah karena ia takut, melainkan tahu apa artinya "berbagi".

3. Orang yang bersedia bekerja lebih keras dari orang lain, bukanlah karena ia bodoh, tapi karena mengerti apa artinya "bertanggung jawab".

4. Orang yang terlebih dulu minta maaf saat berdebat, bukanlah karena mengaku salah, melainkan tahu artinya "menghargai".

5. Orang bersedia membantumu, bukan karena berhutang, tapi karena menganggapmu sebagai "teman".

Jika kita sadar, sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan logika seperti ini? Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah "hal yang semestinya"?