Realita Hidup Yang Tak Bisa Disangkal

Realita Hidup Yang Tak Bisa Disangkal

https://unsplash.com/@courtmarie

 

Hai, Milenialis yang manis-manis dan dinamis. Suka tidak suka, mau tidak mau, enak tidak enak dalam kehidupan yang entah sampai kapan ini, ada banyak hal dan peristiwa nyata yang tidak bisa kita sangkal. Menolak realita yang terjadi dalam diri kita tentu bukanlah solusi ampuh untuk tetap melanjutkan hidup. Mau senang atau pun susah, semuanya harus dijalanin, dinikmati dan disyukuri, Gengs.

 

Milenialis yang kian hari kian kece. By the way, pernah nggak sih kalian ngerasa tidak nyaman dengan kondisi kehidupan kalian? Santuy Brayy, kalau pernah berarti kita sama dan meskipun kita sama, belum tentu kita berjodoh. Bhaks! Bikelah, dari pada prolog ini semakin bar-bar, langsung saja menuju topik utama tentang realita hidup yang tidak bisa disangkal.

 

1. Merasa Hidup Itu Tidak Adil

Hidup itu tidak adil, begitulah kata kuncinya. Hal semacam itu akan terjadi ketika kalian mulai membanding-bandingkan apa yang kalian miliki dengan yang orang lain miliki. Misalnya dalam urusan jodoh, 'tampang serba ngepas kayak gitu, bisa dapat pasangan yang wahwah, 'gue yang lagi dalam kesusahan, kenapa tuh horang kaya yang lagi-lagi dapat rezeki' atau 'gue yang belajar mampus-mampusan, kenapa tuh bocah malas yang dapat nilai tinggi.' Realita semacam itu sudah banyak terjadi disekitar kita dan bahkan secara tidak sadar pun kita pernah mengalaminya.

 

2. Akan Ada Yang Datang Dan Pergi

Bak terminal busway yang dikunjungi penumpang, orang-orang akan datang berlalu-lalang lalu pergi. Ada yang akan pergi untuk selamanya, ada pula yang pergi untuk kembali. Yaps! Begitulah kehidupan. Kita harus siap untuk menyambut baik orang yang menghampiri, lalu harus juga siap untuk ditinggal pergi oleh orang-orang yang kita sayangi dan cintai.

 

Makanya selagi orang-orang yang kita sayangi dan peduli masih bersama kita, berilah mereka kebahagiaan dan jagalah mereka semampu kita. Ya, paling engga, kalau ditinggal pergi untuk selama-lamanya, rasanya ndak bakal nyesek-nyesek amat.

 

3. Kita Tidak Akan Mampu Membahagiakan Semua Orang 

Percayalah, dalam hidup ini kita tidak akan mampu membahagiakan semua orang yang kita sayangi. Dalam konteks ini, untuk memberi kebahagiaan itu tidak selalu melulu tentang urusan memberi 'materi.' Toh, nyatanya dalam kehidupan yang kian hari kian absurd bin kusut ini, banyak juga tuh orang-orang yang bergelimang harta benda tapi dirinya tidak cukup mampu untuk membahagiakan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.

 

4. Diyinyirin Sampai Yang Mendengar Ikut Nyengir
 
Berawal dari bisik-bisik tetangga, terkadang dapat membuat polusi telinga. Entah itu di kantor, entah itu di rumah, entah itu di sekolah atau bahkan di mall sekali pun si peyinyir akan dengan setia menemani hari-hari anda. Bahkah, ketika kalian tidak melakukan apa-apa pun selalu ada saja orang-orang yang siap menjadi penyinyir setia. Entah itu nyinyrin penampilan, entah itu nyinyirin prestasi yang kalian punya, entah itu nyinyirin pekerjaan atau bahkan nyinyirin semua tentang kehidupan kalian. Ada yang pernah menjadi korban nyinyir? Ya sudah, dengerin saja nyinyiran mereka sampai kalian nyengir. Seandainya ada kontes nyinyir, ya kali banyak orang Indonesia yang jadi pesertanya. Ups!
 
 
5. Keinginan Tidak Sesuai Harapan
Ingin jadi ini, ingin jadi itu tapi tidak kesampaian. Pengen punya ini, pengen punya itu tapi begitu mendapatkannya tidak sesuai keinginan. Itulah realita kehidupan gaes, tidak semua yang kalian inginkan bisa kalian dapatkan, tidak semua hal yang kalian lakukan akan sesuai dengan yang diharapkan.
 
 
Dan satu hal lagi, jangan pernah menaruh harapan lebih terhadap manusia karena buntut-buntutnya akan menimbulkan rasa kecewa. Lakukan semua yang kalian suka semampunya, ya minimal bila kalian memiliki cita-cita tinggi dan ngga kesampaian, kalian ngga bakal memendam terlalu lama rasa kecewa.
 
Nah, begitulah gengs beberapa tausiyah singkat dari saya tentang realita hidup yang tidak bisa disangkal atau bahkan dijegal. Ingat gaes, hidup itu tak selalu terasa indah seperti kisah drama Korea, tapi setidaknya hidup itu ngga serumit tayangan-tayangan sinetron Indonesia.