Pesona Lain dari Keindahan Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi

Pesona Lain dari Keindahan Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi

Foto: superadventure.co.id

 

Semenanjung Blambangan merupakan sebuah semenanjung yang terletak diujung paling timur Pulau jawa. Secara geografis semenanjung ini berada di wilayah Banyuwangi,Jawa Timur. Kawasan semenanjung Blambangan ini terletak di sebelah utara dan berhadapan dengan selat Bali, serta di sebelah selatan berbatasan langsung dengan samudra Hindia, loh Gengs.

 

Semenanjung Blambangan dahulu terkenal sebagai pusat pelabuhan serta pusat perdagangan dimasa kerajaan Majapahit hingga kesultanan Mataram, dan sekaligus sebagai daerah taklukan kerajaan Mengwi dari pulau Bali. Nama daerah Blambangan itu sendiri diambil dari nama kuno daerah Banyuwangi atau cikal bakal daerah Banyuwangi sebagaimana kabupaten Banyuwangi sekarang ini.

 

Nama semenanjung Blambangan pada perkembangannya telah beberapa kali berganti nama mulai semenanjung Blambangan selatan kemudian diganti menjadi cagar alam Banyuwangi selatan, suaka margasatwa Banyuwangi selatan dan terakhir bernama Taman nasional Alas Purwo.

 

Semenanjung Blambangan semenjak menjadi Taman Nasional Alas Purwo mengalami kemajuan pesat, tidak saja menjadi taman nasional cagar alam tetapi juga sebagai cagar budaya, pasalnya taman nasional alas Purwo ini banyak mengoleksi puluhan burung langka, aneka tanaman tropis serta terdapat situs-situs bersejarah yang mengandung kekuatan mistis sehingga tak heran kawasan taman nasional seringkali dijadikan tempat ritual oleh para peziarah.

 

Semenanjung Blambangan yang kini berganti nama Taman nasional alas purwo yang terletak di kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi sesungguhnya menarik dijadikan sebagai tempat wisata. Tempat ini kaya akan cagar alam dan banyak mengoleksi ribuan tanaman tropis yang unik dari hutan bambu, hutan alam, hutan tanaman, hutan bakau dan area padang rumput nan asri. Menariknya destinasi ini dikelilingi 2 sungai. Antara lain sungai segoro anak, sungai sunglon ombo. Tidak hanya sungai lokasi ini juga dikelilingi gunung kuncur, gunung kunci, gua basori dan sendang srengenge, sehingga kawasan alas purwo ini banyak dijumpai mata air, Gengs.

 

Nampak beberapa hewan di Taman Nasional Alas Purwo (Foto: ksdae.menlhk.go.id)

 

Taman ini kaya akan habitat burung. Kurang lebih 236 jenis burung mulai burung darat, air sejumlah reptil serta beberapa jenis burung imigran: ayam hutan, kangkareng merak dan lainnya. Taman nasional alas purwo ini dahulunya pada masa kerajaan majapahit, dan kesultanan mataram hingga kerajaan Mengwi (Bali) dijadikan pusat pelabuhan terkenal dengan nama pelabuhan ulupampang yang kini bernama pelabuhan Muncar.

 

Pelabuhan Muncar yang berada dikawasan Semenanjung Blambangan atau taman alas purwo sejak dulu dijadikan pusat pelelangan ikan bahkan dimasa kependudukan Inggris dan VOC pelabuhan ini dijadikan pusat perdagangan dan pusat militer VOC. Kini kawasan pelabuhan muncar yang terletak di semenanjung Blambang atau taman nasional menjadi pelabuhan ikan terbesar kedua setelah Bagan siapi-api di sumatera utara.

 

Penduduk yang tinggal di sekitar semenanjung Blambangan umumnya berprofesi sebagai nelayan terutama di wilayah Muncar. Di wilayah Grajagan mayoritas penduduk beragama Islam, sementara penduduk desa kedungasri dan desa kalipait banyak dijumpai menganut agama Hindu. Menariknya penduduk yang telah lama tinggal di kawasan semenanjung Blambangan adalah masyarakat jawa tradisional yang masih tetap mempertahankan nilai-nilai budaya leluhur sampai sekarang.

 

Kawasan semenanjung Blambangan di pantai bagian selatan dapat dijumpai pantai bernama pantai Grajagan atau G Beach yang terkenal deburan ombak pantainya yang indah dan populer, sebagai tempat berselancar kelas dunia. Di balik keindahan alam semenanjung Blambangan ternyata menurut sejumlah catatan sejarah terkenal keangkerannya.