Pesan Untuk Kamu yang merantau di Ibu Kota “Jangan terlalu Baik”

Pesan Untuk Kamu yang merantau di Ibu Kota “Jangan terlalu Baik”

Photo by Khafid on Unsplash

 

Setiap agama pasti mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik kepada siapapun itu, bahkan pada orang orang yang telah mendzalimi kita.

Fitrah manusia sendiri ialah bersifat baik. Namun lingkungan,dan didikan bisa mempengaruhi dan mengubah fitrah karakter yang sebenarnya.

Apalagi kamu adalah anak perantauan dan hidup terpisah dari orang tua, siapa lagi yang akan menjagamu jika bukan dirimu sendiri, banyak yang bilang jika ibu kota itu lebih kejam dari pada ibu tiri.

Nah, apakah ungkapan itu hanya karangan belaka atau memang seperti itu adanya, Untuk kamu yang ingin mengubah nasib di ibu kota sebaiknya bentuk karaktermu menjadi personal yang lebih tegas dan kejam. Berikut tips untukmu yang ingin merantau di Ibu Kota.

 

1. Jangan Mudah Percaya Pada Kebaikan Orang Lain

Photo by Reinaldo Kevin on Unsplash

 

Ketika orang lain baik pada kita jangan mudah terlena dan menganggap bahwa dia adalah adalah orang yang baik, karena banyak orang berklamufase memakai topeng yang baik untuk menutupi karakter aslinya atau memiliki tujuan lain denganmu.

 

2. Tetap Waspada dan Hati-hati

Photo by UX Indonesia on Unsplash

 

Ketika kamu sebagai kaum urban, tetaplah hati-hati ketika berada jauh dari kelurga dan orangtua, jangan mudah terpengaruh oleh teman teman barumu atau lingkunganmu, karena bagi kaum rantau, kita sendirilah yang berperan menjaga dan mengontrol kehidupan kita di Ibu Kota.

 

3. Jangan perlihatkan Ketidaktahuanmu

Photo by Rendy Novantino on Unsplash

 

Ketika kamu menginjakan kaki di jakarta, sebaiknya jangan terlalu memperlihatkan  bahwa kamu pendatang baru atau kaum urban, karena ketidaktahuanmu merupakan incaran para penjahat untuk menipumu, jika kebingungan sebaiknya bertanya pada oknum oknum profesional, seperti petugas keamanan, kepolisian, atau petugas setempat.

 

4. Jangan terlalu Baik dan Polos

Photo by Rendy Novantino on Unsplash

 

Berbuat baik memang bukan suatu tindak kejahatan, tapi berbuat baikpun harus kamu porsir dan tahu batas batasnya. Jangan sampai kebaikanmu menjadi boomerang untukmu dan banyak dimanfaatkan oleh orang lain sehingga merugikan dirimu sendiri. Baik boleh, tapi jangan berlebihan ya. Kamu terkadang perlu bersikap tegas pada dirimu sendiri.