Pahami, Ini 6 Alasan yang Membuat Orang Sulit Memaafkanmu

Pahami, Ini 6 Alasan yang Membuat Orang Sulit Memaafkanmu
Photo by AdinaVoicu from Pixabay

 

Mungkin kamu pernah melakukan kesalahan atau perbuatan yang membuat seseorang terluka, sakit hati, bahkan berakhir dendam. Ketika kamu menyadari betapa buruknya perlakuanmu terhadap orang tersebut dan timbul keinginan untuk meminta maaf, ternyata niat baikmu itu tidak selalu direspon dengan baik.

 

Maaf yang kamu harapkan tidak semudah itu kamu dapatkan. Pintu maaf yang kamu harapkan telah tertutup rapat. Padahal, kamu berharap memiliki kesempatan kedua untuk memperbaikinya.

 

Nah, Gengs, berikut ini enam alasan mengapa seseorang sulit memaafkan kesalahan dan perbuatan buruk yang telah kamu lakukan.

 

1. Kamu melakukan kesalahan yang terlalu fatal dan tak termaafkan

Photo by Free-Photos from Pixabay

 

Luka fisik bisa diobati, tetapi luka hati akan terus tertanam, bahkan berakar kuat. Saking terlukanya, sulit bagi orang yang kamu sakiti untuk memaafkan perbuatanmu. Seberapa dalam kamu telah melukai perasaanya, hal itu pula yang menjadi alasan kuat sehingga tidak memberimu maaf.

 

2. Kesalahanmu meninggalkan luka batin sehingga menumbuhkan akar pahit di hatinya

​​​​​​Photo by 1388843 from Pixabay

 

Masih berkaitan dengan poin satu mengapa orang yang kamu sakiti sulit memberimu maaf karena kamu melakukan kesalahan yang terlalu fatal, kesalahan yang meninggalkan luka hati yang teramat dalam. Saking terlukanya, perbuatanmu itu meninggalkan trauma bagi orang yang mengalaminya.

 

Luka itu berakar semakin kuat sehingga menumbuhkan akar pahit di dalam hatinya, luka batin yang sulit untuk sembuh. Butuh waktu lama untuk menyembuhkannya. Wajar bila dia sulit memaafkanmu.

 

Seiring waktu mungkin saja dia akan memaafkanmu, tetapi biasanya perlu penanganan ahli dan ada proses panjang agar bisa pulih dari luka batin ini. Bagi orang yang terluka, bukan hanya sekadar kata maaf, tetapi kenangan buruk yang sulit untuk dilupakan.

 

3. Ada perasaan takut akan terulang lagi hal yang sama

Photo by Free-Photos from Pixabay

 

Orang yang terluka atau tersakiti olehmu tidak yakin akan ketulusan dan penyesalanmu. Mungkin juga dia meragukan niat baikmu. Dengan memberimu maaf tidak menjamin perilakumu akan berubah. Tidak menjamin juga bahwa kamu akan jera. Bisa saja hal yang sama akan terulang lagi karena kamu menganggap perbuatanmu yang lalu dengan mudahnya dimaafkan.

 

4. Takut kamu anggap remeh atau sepele

Photo by Baruska from Pixabay 

 

Pemahaman yang tidak sepenuhnya benar. Namun, mudahnya memberi maaf untuk suatu kesalahan atau perbuatan yang melukai hati kerap diasumsikan bahwa orang itu lemah dan mudah diperdaya.

 

Alhasil, perasaan ini membuat orang yang terluka olehmu berpikir bahwa kamu bisa saja menganggap kesalahan atau perbuatanmu sepele, bahkan menganggap remeh dirinya.

 

5. Pengaruh lingkungan atau keluarga yang tidak mudah untuk memaafkan

Photo by AdinaVoicu from Pixabay

 

Dari kecil tidak terbiasa untuk memaafkan dan meminta maaf. Biasanya terjadi karena keluarga dan lingkungan tempat tinggal tidak membiasakan dan mengajarkan nilai-nilai positif yang didapat dari memaafkan.

 

Hal ini membentuk karakter seseorang menjadi sosok yang sulit untuk memberi maaf, bahkan untuk meminta maaf. Butuh peranan dan campur tangan orang tua serta lingkungan untuk menanamkan pentingnya budaya memaafkan.

 

6. Kamu berurusan dengan seorang pendendam dan sombong

Photo by Ivanovgood from Pixabay

 

Kalau sudah berurusan dengan seorang pendendam dan sombong, tidak ada lagi yang bisa kamu lakukan, Gengs. Dia memang tidak ada keinginan untuk memaafkanmu. Hatinya dikuasai oleh amarah dan dendam atas perlakuan burukmu terhadapnya. Menurutnya, kamu tidak pantas mendapatkan maaf.

 

Tunggu dan berharap saja sampai hatinya melunak. Sebab, tidak semua orang punya hati yang lapang untuk memaafkan kesalahan atau perbuatan buruk yang telah melukai hati dan harga dirinya. Setidaknya, kamu sudah berusaha memperbaiki hubungan dengan meminta maaf. Hal ini pun mengajarkan kamu untuk selalu mengintrospeksi diri.