Pada Masanya, 4 Sinetron Kolosal ini Yang Membuat Anak Tidak Mau Mengaji

Pada Masanya, 4 Sinetron Kolosal ini Yang Membuat Anak Tidak Mau Mengaji

Jika kalian pernah menonton salah satu sinetron ini, itu menandakan kalian sudah pantas untuk berkeluarga, sebab umur kalian udah tua geng hehe. Di samping karena kalian lahir direntan tahun 1990-1994 yang sampai saat ini telah berumur lebih dari 22 tahun dan pantas menikah seharusnya. 

Soalnya inget betul waktu itu, gara-gara film sinetron kolosal ini anak-anak yang harusnya pergi ke surau malah pergi ke rumah orang yang mempunyai televisi. Karena waktu itu tidak semua orang punya televisi, makanya menoton bareng bersama itu adalah hal menyenangkan.

Dan waktu itu aku pun ikut menonton, bahkan asik sangat menikmati tanpa merasa bersalah, sebab bukannya mengaji malah nonton sinetron kolosal. Walapun jika nanti ketahuan orang tua pasti di jewer kupingnya dan pastinya di marahi. Nah beberapa ini judul film kolosalnya.

 

1.Dendam Nyi Pelet

Sebuah cerita mengenai dendam yang tak pernah ada habisnya, makin banyak diminati. Terutama sekali dalam cerita Dendam Nyi Pelet. Nyi Pelet sendiri merupakan seorang tokoh sakti pemuja iblis yang memiliki dendam tak berkesudahan. Hanya karena menerima perlakuan yang tak senonoh dari segelintir pemuda, semua penduduk dianggapnya jahat. Tak heran jika sosok Nyi Pelet selalu menebar maut di mana pun dia berada.

Parahnya lagi, Nyi Pelet yang kini mengubah namanya dengan nama Sri Kanti bergabung bersama kompeni untuk menghancurkan bangsanya sendiri. Maka tak heran jika para pendekar aliran putih pun akhirnya turun tangan untuk mengatasi maut yang ditebarkan Nyi Pelet. Tak terkecuali dengan Sanjaya. Di kutip dari wikipedia.


2. Misteri Gunung Merapi

Sejarahnya, Mak Lampir dikurung di peti mati bertuliskan ayat Alquran oleh Kyai Ageng Prayogo, utusan Sunan Kudus yang diperintahkan oleh Sang Sultan, Raden Patah untuk memusnahkan ajaran sesat Mak Lampir dan menghancurkan jerumunnya.

Ceritanya kemudian mundur ke kejadian - kejadian yang mengarah ke pertarungan itu. Mak Lampir, sehabis mengorbankan seorang bayi, berbicara kepada para pengikut Anggrek Jingga mengenai kekuatannya yang ia dapatkan dari Dewa Batara Kala di sarangnya, Gua Setan.


3. Angkling Darma

Pada suatu hari ketika sedang berburu, Angling Dharma memergoki istri gurunya yang bernama Nagagini sedang berselingkuh dengan seekor ular tampar. Angling Dharma pun membunuh ular jantan sedangkan Nagagini pulang dalam keadaan terluka.

Nagagini kemudian menyusun laporan palsu kepada suaminya, yaitu Naga Bergola supaya membalas dendam kepada Angling Dharma. Naga Bergolapun menyusup ke dalam istana Malawapati dan menyaksikan Angling Dharma sedang membicarakan perselingkuhan Nagagini kepada Setyawati. Nagaraja pun sadar bahwa istrinya yang salah. Ia pun muncul dan meminta maaf kepada Angling Dharma.

Naga Bergola mengaku ingin mencapai moksa. Ia kemudian mewariskan ilmu kesaktiannya berupa Aji Gineng kepada Angling Dharma. Ilmu tersebut harus dijaga dengan baik dan penuh rahasia. Setelah mewariskan ilmu tersebut Naga Bergolapun wafat.

 

4. Karmapala

Tanpa membuang waktu Guwarsa dan Guwarsi pun mengejar kemana cupu itu pergi. Saat Cupu Astragina jatuh disebuah telaga, Guwarsa dan Guwarsi langsung menyelam kedalam dasar danau. Tanpa mereka sadari, saat muncul kepermukaan, Guwarsa dan Guwarsi telah berubah bentuk menjadi seekor kera. Saat itulah Guwarsa dan Guwarsi menggunakan nama Sugriwa dan Subali.

Dewi Anjani sendiri tak luput dari hukuman Resi Gotama. Walaupun bentuknya kini berubah menjadi seekor kera, namun nama yang dipakainya tetap yakni Dewi Anjani.