Mengenal Kesenian Jaran Bodhag

Mengenal Kesenian Jaran Bodhag

Foto: ravel.tempo.co

 

Gaes kita harus bangga menjadi bagian dari warga Indonesia, kenapa demikian? Yaps!Indonesia memiliki berbagai macam jenis kesenian, dan setiap daerah hampir semua memiliki kesenian khas. Seperti halnya dengan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini, juga memiliki kesenian yang cukup unik, yaitu Jaran Bodhag. Untuk itu yuk kita kenalan dengan kesenian yang satu ini.

 

Arti dari Jaran Bodhag

Jaran Bodhag dalam terminologi bahasa Jawa “Jaran” berarti kuda dan “bodhag” (bahasa Jawa dialek Jawa Timur, khususnya wilayah Timur) berarti wadah atau bentuk lainnya. Jaran bodhag tidak menggunakan Kuda asli, tetapi menggunakan semacam bentuk tiruan kuda dari bahan rotan dan kayu, Gengs.

Ini mirip dengan kesenian di Jawa Tengah yaitu Jaran Kepang. Kesenian jaran kepang juga tidak menggunakan hewan kuda, namun menggunakan kuda-kudaan yang terbuat dari bambu.

 

Asal Muasal Jaran Bodhag
Konon katanya, seni budaya tradisional jaran bodhag ini sudah berkembang sejak Majapahit, dan dibuat oleh Mbah Namengjoyo. Beliau merupakan sosok yang babat alas Lumbang di tahun 1700. Yang menjadi ciri khas kesenian ini karena keunikannya di Probolinggo.


Bentuk Penyajian

Kesenian ini disajikan dengan cara arak-arakan dan diiringi musik kenong telo’ dengan tambahan sronen (musik tradisional Madura). Gengs, tampilan Jaran Bodag terdiri dari dua orang pembawa Jaran Bodhag, serta dua orang Janis atau penari pengiring atau pembawa Jaran Bodhag lho.

Pemain Jaran Bodhag menggunakan pakaian yang gemerlap hasil desain sendiri oleh pemiliknya dengan segala kemampuan estetiknya dengan maksud untuk menarik perhatian penonton.

Kurang kaya apalagi negeri tercinta ini Gengs?