Kamu Mau Pilih yang Mana, Lebah atau Lalat?

Kamu Mau Pilih yang Mana, Lebah atau Lalat?
Kamu Mau Pilih yang Mana, Lebah atau Lalat?

Gengs! Tulisan ini, nggak ada hubungannya dengan perhelatan akbar yang sebentar lagi akan diselenggarakan di negara kita, Indonesia, ya, Gengs.

Kalau diajukan pertanyaan seperti judul di atas, pasti kita akan langsung menjawab, "Ya jelas pilih Lebah, lah." Iya, 'kan?

Kenapa? Chek this out, Gengs.

 

LEBAH

Photo by alexandra marcu on Unsplash

 

Semua tahu, bahwa lebah memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Dari mulai air liur, kotoran yang dihasilkan, hingga sarangnya membawa manfaat bagi kecantikan dan kesehatan. Bahkan sengat yang biasanya digunakan sebagai senjata saja, bisa digunakan untuk pengobatan  alternatif.


Air liur lebah, propolis, dengan segudang manfaat bagi kesehatan manusia, sangat bernilai ekonomis.


Kotorannya yang kita kenal dengan sebutan madu, sudah dikenal masyarakat luas sebagai minuman atau makanan yang kaya manfaat.


Sarangnya juga, bisa dimanfaatkan sebagai camilan dan lauk bergizi tinggi. 
Sengat lebah, akhir-akhir ini telah banyak digunakan sebagai pengobatan alternatif, akupuntur.


Perilaku lebah juga bisa diibaratkan sebagai sikap kesatria. Tidak akan menyakiti jika tidak diganggu, rela mati demi melindungi ratu dan sarangnya. Semua manfaat itu dihasilkan karena lebah hanya menyukai, hinggap, dan menghisap hal yang baik saja, yaitu bunga. 
 

 

LALAT

Photo by Jayden Yoon on Unsplash

 

Lalat, tak ada yang dapat menyangkal, bahwa lalat lebih banyak membawa keburukan dari pada manfaatnya.  Kaki-kaki, serta bulu-bulu halusnya membawa ratusan bakteri, sungutnya mengeluarkan ribuan kuman, yang bisa menyebabkan beragam penyakit.

Hal itu terjadi karena insting lalat hanya tertarik pada tempat yang kotor, sehingga apa-apa yang dikeluarkannya pun buruk.

Di alam bawah sadar, kebanyakan orang mendefinisikan lalat sebagai serangga yang menjijikkan. Hingga setiap kali melihat lalat akan merasa jijik, dan akan sesegera mungkin mengusirnya. Iya, tidak, Gengs!

Nah Gengs, lebah dan lalat ini bisa kita umpakan diri sendiri. Kita mau jadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, seperti lebah. Atau, menjadi orang yang selalu membuat kerusakan dengan lisan maupun perbuatan, laiknya lalat.

So, Gengs mau pilih menjadi apa?