Jadi Dokter? Siapa Sih Yang Enggak Mau!

Jadi Dokter? Siapa Sih Yang Enggak Mau!

Foto via pexels.com/

 

Profesi yang satu ini memang selalu menjadi momok yang menarik dan kepamorannya tidak tergantikan. Selain PNS, pastilah setiap orang tua selalu mendambakan anak-anaknya menjadi seorang Dokter. 

Entah Dokter apa saja, dokter bedah, dokter anak atau pun menjadi Dokter hewan sekalipun. Jika anaknya tidak menjadi Dokter pastilah menjadi hal yang wajar jika menginginkan menantu seorang dokter. 

Selain pekerjaannya mengobati pasien, tentu karena tingkat sosialnya di mata masyarakat lebih tinggi. Jadi, berbahagialah kamu jika saat ini berprofesi menjadi Dokter. 

Pertanyaannya, apakah menjadi Dokter selalu menyenangkan? Jika iya, toh ada beberapa Dokter yang memiliki masalah dengan keluarganya berkaitan dengan profesinya. 

Pasti penasaran’kan suka dukanya menjadi seorang Dokter. Informasi dari salah satu teman Dokter yang sangat mencintai sosial, begini katanya :

 

Bahagianya Menjadi Dokter

Foto Dok. dr. Annisa Eka Y

1. Bekerja sambil bantu orang
Wah, luar biasa sekali bukan Dokter yang satu ini. Tujuan satu-satunya selain mendapatkan finansial yang tinggi seorang Dokter juga bisa bekerja membantu orang, Gengs. Dapat gaji dapat pahala pula. Sayangnya tidak semua Dokter memiliki pemikiran seperti itu. 

Memaknai profesinya yang tidak  sekedar mencari uang lebih banyak. Bahkan, ada yang lebih mahal dari rupiah yang ia kantongi yaitu bermanfaat untuk orang lain. Duh, dokter jasamu luar biasa sekali jika mau berdiri atas nama sosial. He he he he

2. Ada Kepuasan Batin
Menjadi seorang Dokter adakalanya muncul kebahagiaan yang tidak bisa ditukar dengan rupiah ketika pasiennya itu senang dengan penjelasan dan mendengarkan secara totalitas. 
Apalagi setelah itu pasien membaik dengan saran obat atau edukasi yang Dokter kasih. Pastinya bahagia sekali seperti itu.

3. Bisa menjadi Volunteering
Nah, untuk yang satu ini saya sendiri beberapa kali iri yang positif kepada dokter. Soalnya kenapa, setiap kali kegiatan sosial di daerah mana gitu yang diprioritaskan tersaring pasti orang yang berprofesi sebagai dokter. Bahkan beberapa tempat juga memberikan leluasa kepada Dokter secara Cuma-Cuma untuk mengikuti volunteering geratsi. Makanya itu menjadi Dokter yang berjiwa sosial itu satu paket calon menantu idaman, Gengs. Udah cantik atau tampan, dokter, berjiwa sosial.  

4. Bisa Ngobatin diri sendiri kalau sakit
Ini sepele tapi sangat penting, Gengs. Saat sakit bisa mengobati diri sendiri atau orang di sekitar tanpa harus berobat keluar. Ya karena ilmunya bisa di bawa ke mana-mana. Bagaimana enakkan menjadi Dokter?

 

Selain bahagia, ada sedihnya juga lho menjadi Dokter. Begini lho Gengs:

Foto Dok. dr. Annisa Eka Y

1. Tanggungjawabnya besar
Pastilah teman-teman juga paham. Menjadi seorang Dokter harus stanbye setiap saat. Tidak hanya rexona saja ya Gengs. Apalagi dalam kondisi yang upnormal. Seperti dalam pesawat, kapal atau tempat yang jauh dari rumah sakit. Peralatan perang pokoknya selalu di dalam tasnya Dora. Ha ha ha

2. Kadang merasa minder
Menjadi seorang Dokter itu kadang serba salah untuk urusan hati, Gengs. Terlebih lagi seorang gadis. Cowok yang mau deket aja mikir dua kali karena strata profesi takut tidak pantas dan lain lain. Padahal nih ya sama saja’kan setiap profesi itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ya, biasanya cowok pada minder. 

3. Menduakan waktu bersama keluarga
Nah, ini yang sering terjadi ketika ada tugas dadakan atau ada pasien yang harus segera ditolong. Mau tidak mau seorang Dokter harus merelakan waktu bersama keluarganya berkurang. Sedih memang, tapi ya harus bagaimana lagi, Gengs. Ini adalah tanggungjawab. Dan ini berhubungan dengan nyawa manusia.

4. Sedih ketika keluarga berobat sama dokter lain
Lucu sih kedengarannya. Tapi memang seperti itu, Gengs. Hati siapa yang tidak perih ketika diri sendiri seorang Dokter melihat keluarga kita berobat ke Dokter lain. Ngerasanya kayak belum afdhol saja menjadi seorang Dokter. He he he

Itulah Gengs, bahagia sedihnya menjadi seorang Dokter itu. Tapi, apapun profesimu jadilalah manusia yang bertanggungjawab dan bermanfaat.