Ini Dia Keunikan Negara Maroko yang Tergambar dalam Novel 'Reem'!

Ini Dia Keunikan Negara Maroko yang Tergambar dalam Novel 'Reem'!

Reem, salah satu novel karya Sinta Yudisia, penulis dengan jam terbang tinggi dari Forum Lingkar Pena, menarik perhatian banyak khalayak. Selain karena tertulis ‘based on true story’ yang berarti ceritanya diangkat dari kisah nyata, tapi novel ini juga mengangkat latar dua negara asing, yaitu Palestina dan Maroko. Ini karena Reem Radhwa, tokoh sentral dalam novel tersebut adalah anak yang lahir di Palestina dan melanjutkan studinya di Maroko.

 

Reem diceritakan sebagai sosok yang tangguh karena ibu dan ayahnya adalah relawan kesehatan di Jalur Gaza. Ia menghadapi masa kecil dengan melihat peperangan melawan kaum Yahudi Israel. Sementara, di Maroko, ia tinggal dengan bibinya dari pihak ibu. Di bumi Maroko inilah, ia bertemu dengan cinta sejatinya, yaitu seorang pemuda dari Indonesia.

 

Berikut adalah fakta-fakta unik tentang negara Maroko yang nggak boleh kita lewatkan.

 

1. Bahasa Perancis ternyata jadi bahasa kedua di negara ini, Gengs.

Terbukti dengan pembukaan awal novel Reem yang memakai bahasa percakapan dengan bahasa Perancis. Selain bahasa Perancis, bahasa Arab dan Berber (Tarfit, Tamazight, dan Tashelhait) juga dipakai penduduk di sana.

 

2. Selain Rabat, diceritakan juga tentang kota Fez di Maroko yang unik.

Kota ini memiliki seribu satu lorong yang dapat membuat para traveler dari negara lain akan bingung jika tidak memiliki guide. Di sini, Reem dikisahkan berjalan-jalan dengan teman sekampusnya ke rumah salah satu sahabatnya yang ada di Fez.

 

3. Mata uang yang digunakan di Maroko adalah dirham.

Dikisahkan tentang pemuda dari Indonesia yang bertemu dengan Reem, yaitu Kasim, berbelanja di pasar dengan adiknya yang bernama Alya. Alya membeli baju khas Maroko di sana menggunakan mata uang dirham.

 

4. Masakan di Maroko kebanyakan dimasak dengan minyak zaitun dan dihidangkan dalam porsi besar.

Di novel ini, digambarkan salah satu teman Kasim, yakni Ilham, mengajaknya makan kebab yang bisa dihabiskan tiga orang saking besarnya. Selain itu, ada nama-nama masakan yang unik, seperti tajine, halwa, harira, pastilla, rubu’ dujaj, dan banyak jenis makanan lainnya yang kebanyakan diolah dari daging.

 

5. Maroko dijuluki negeri 1001 malam karena banyaknya hiburan yang seperti di negeri dongeng.

Dalam novel ini juga dikisahkan Reem berjalan-jalan dengan bibinya menaiki kereta kuda dan menonton pertunjukan drama. Selain itu, sepanjang jalan mereka juga melihat pasar-pasar dan bangunan benteng yang berjajar.

 

6. Selain Fez, ada juga kota bersejarah di Maroko yaitu Casablanca.

Di kota ini ada Kasbah Oudaya yang dikunjungi tokoh Reem juga dalam novel ini. Kasbah Oudaya adalah benteng pertahanan yang menyimpan banyak sejarah Islam era Dinasti Muwahhidun.

 

7. Selain bangunan yang dipenuhi ornamen-ornamen unik.

Di Maroko juga memiliki banyak jenis motif kain atau karpet yang khas. Motif-motif ini dijelaskan cukup detail dalam novel Reem.

Selain keindahan dan keunikan Maroko, novel ini juga menceritakan sisi sejarah tentang Andalusia dan penaklukannya oleh Islam. Novel Reem bukan hanya menguak tentang sisi kejayaan Islam di masa lampau, tapi juga mengobarkan semangat umat Islam untuk bangkit lagi di masa ini, contohnya dengan cara menjadi relawan untuk pembebasan Palestina.

Nah, bagaimana Gengs? Tertarik mengunjungi Maroko dan melihat langsung latar novel ini? Sebelum itu, coba dulu untuk membaca novel ini jika belum bisa langsung mendatangi Maroko.