Ini Dia Fakta Unik Rambu Solo Khas Tana Toraja

Ini Dia Fakta Unik Rambu Solo Khas Tana Toraja

Indnoesia memang dikenal oleh kebudayaan dan keunikan yang beragam diberbagai daerah, dari mulai suku, ras, hingga bahasa yang berbeda. Seperti halnya di Tana Toraja yang terletak di sulawesi selatan ini memiliki kebudayaan unik salah satunya adalah Rambu solo atau upacara pemakaman Tana Toraja. Berikut fakta unik rambu solo:

 

1. Menjadi salah satu pemakaman termahal

Foto: cafeberita.com

 

Rambu solo merupakan kegiatan pelepasan orang yang sudah meninggal dengan menghabiskan biaya yang tidak sedikit, bahkan persiapan yang dilakukan bisa berbulan bulan. Karena biaya yang tidak sedikit inilah keluarga yang ditinggalkan harus menabung jauh jauh hari. Selama rambo solo belum dilakukan tubuh orang yang sudah meninggal disimpan di rumah adat tongkonan (rumah leluhur) serta diperlakukan layaknya orang yang masih hidup dalam keadaan sakit atau tak berdaya.

 

2. Penyembelihan kerbau bertujuan untuk menenami roh orang yang sudah meninggal tersebut 

Foto: mongabay.co.id

 

Kerbau yang dipilih ialah bukan kerbau sembarangan, masyarakat tana toraja memiliki spesifikasi kerbau yang akan disembelih pada proses rambu solo, diantaranya memiliki tanduk berwarna kuning, mata kerbau yang memiliki lingkaran putih seperti cincin. Bagi kalangan bangsawan biasanya  menghabiskan 24 hingga 100 kerbau.

 

3. Terdapat patung patung kayu yang menghiasai pemakamannya

Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

 

Setelah proses pemakaman selesai, orang yang sudah meninggal akan dibuatkan patung oleh pihak keluarga yang ditinggalkan dan patung tersbut merupakan patung-patung replika orang yang sudah meninggal. Patung-patung tersebut akan terus berdiri tegak diatas tebing tempat pemakaman mereka dan mengamati orang yang masih hidup di bawah sana. Budaya pembuatan patung tersebut bernama tau-tau. Dikutip dari kebudayaan.kemdikbud.go.id Penggunaan tau-tau dalam acara Rambu Solo’ tidak selamanya bisa dilakukan oleh pihak keluarga.

Sebab ketika pelaksanaan proses pembuatan tau-tau membutuhkan pengorbanan yang besar, seperti membutuhkan tenaga yang banyak sehingga menggunakan dana yang besar pula. Selain itu, pembuatannya memakan waktu yang cukup lama karena banyak ritual-ritual yang harus dilakukan. Sehingga hanya orang tertentu yang dapat melakukan proses pembuatan tersebut.