Hari Ayah Nasional, Apa harus dirayain? Jikalau?

Hari Ayah Nasional, Apa harus dirayain? Jikalau?

Foto: unsplash.com/@jule_42

 

Semoga artikel ini bisa menggugah Ayah-ayah di luar sana, ya Gengs! Oke kita sepakat jika Pahlawan Keluarga itu Ayah, kenapa? Ya, karena beliau yang menyukui kebutuhan kita, keluarga.

 

Kebutuhan dapur, sekolah, kebutuhan rumah tangga. Sehingga istilah itu bisa disematkan oleh sosok Ayah tapi definisi ini tentu harus signifikan dengan kelakuannya ya, Gengs. Kalau sang Ayah dzolim pada keluarga belum bisa dikatakan sebagai Pahlawan Keluarga. 
 

Nih aku kasih syarat agar Ayah bisa disebut sebagai Pahlawan Keluarga. Pertama harus bertanggung jawab pada istri dan anak secara jasmani dan rohani. Kebutuhan Jasmani dan Rohani ini harus berkesinambungan, jangan sampai yang diberikan hanya kebutuhan jasmani saja tapi kebutuhan rohani dikesampingkan dan berikut adalah larangan yang dilakukan oleh Ayah kepada keluarga:


1. Berlaku Kasar Pada Anak dan Istri
Haloow udah enggak jaman keles Ayah ngasarin anak istri malu dong sama kambing, hehe. Sebaiknya sosok Ayah itu identik dengan kebijaksanaan, berwibawa bukan sedikit-sedikit emosian, istri masak keasinan emosi, anak nilainya jelek emosi.

 

Gini aja deh lu kalau jadi Ayah masih emosian cari gue ayok berantem, jangan beraninya sama wanita yang udah lu kumpulin...emosi gue!!!! 

 

2. Ninggalin Anak Istri dan tidak dinafkahi
Elu kalau mau ninggalin Istri sama anak lu dan enggak mau nafkahin, mending enggak usah nikah atau berkeluarga lah Gengs. Lu kawin aja sono ama kambing, “enak-enak” terus udah tinggalin nggak ada beban apa-apakan? Bos, itu anak orang lho bukan anak semut.

 

3. Mengesampingkan Kebetuhan Rohani atau Biologis
Tak sedikit Ayah yang menghiraukan kebutuhan psikis anak dan istri, kehadiran sosok Ayah yang sibuk mencari uang sangat diperlukan oleh keluarga. Banyak video-video tentang experiment sosial mengenai Ayah yang sibuk kerja sehingga anak tidak mengenal sosok ayah, atau bahkan kedua orang tua nya bekerja lalu anak diasuh oleh Baby Sister so anak lebih akrab dengan Baby Sisternya..inikan ngawur banget. Jadi kebutuhan Jasmani dan Rohani ini harus seimbang ya Gengs.
 

 

Jadi apakah seorang Ayah yang kelakuannya Dzolim seperti di atas, apakah bisa kita ngerayain Hari Ayah? Pikir dua kali ya gengs. Dan Hari Ayah cocok jika sosok seorang Ayah itu bisa bertanggung jawab terhadap keluarga, mengayomi, bijaksana, berwibawa, selalu mengajarkan anak tentang kebaikan.