Gairah Wisata di Bukit Menoreh

Gairah Wisata di Bukit Menoreh

Purworejo – Geng, aneka kudapan unik tradisional tersaji begitu menarik dalam gubuk beratap dedaunan. Buntil, Jongkong, Geblek, Lutisan, Lotek, Tempe Mendoan, Minuman Jamu, Dawet dan Gula Aren yang dicampur dengan Degan (Kelapa Muda) menyambut kedatangan rombongan Menteri Pariwisata Ir Arief Yahya MSc.

Semua kudapan unik tradisonal itu tersaji di salah satu spot destinasi wisata menarik yakni Pasar Menoreh. Satu lagi tak jauh dari Pasar Menoreh, spot yang tak kalah menarik, Glamping (Glamorous Camping) DeLoano.  

 

Lokasi Camping DeLoano

 

Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur atau lebih dikenal dengan nama Badan Otorita Borobudur (BOB), membangun dua spot destinasi wisata yang cukup mendekatkan para wisatawan dengan lingkungan alam dan keramahan lokal, Glamorous Camping DeLoano dan Pasar Menoreh di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo.

Menteri Pariwisata Ir Arief Yahya MSc meresmikan Glamorous Camping (Glamping) De Loano dan Pasar Menoreh di Desa Sedayu Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, Kamis (14/2). Dua spot tersebut diharapkan menjadi destinasi digital menyasar wisatawan milenial yang jumlahnya semakin meningkat beberapa tahun terakhir.

 

 

Era Media Sosial dan sesuatu yang unik akan menjadi fenomena tersendiri. Cara menarik wisatawanpun pasti berbeda dengan masa lalu gengs. "Destinasi seperti ini menurut kita biasa, namun tidak bagi kaum milenial yang punya cara tersendiri mengaktualisasikan diri. Banyak tempat unik dan menarik menjadi viral, jadi trending topic,dan ini keuntungan di dunia wisata." kata Arief Yahya.

“Namanya camping di alam ya memang harus dengan tenda, tapi ini tenda eksklusif benar-benar mersakan sensasi camping yang beda!” tambahnya.

Destinasi baru yang juga dikenal sebagai Borobudur Highland serta Glamping De Loano tersebut, tentunya menjadi medan magnet wisata sehubungan dengan keberadaan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonporogo, yang jaraknya hanya sekitar 10 kilometer gengs. 

 

 

Destinasi ramah lingkungan ini berada di lahan seluas 1,3 hektare yang dapat ditempuh dengan menggunakan wisata petualangan off-road serta berjalan kaki. Sehingga untuk menuju lokasi ada sensasi tersendiri yang membuat wisatawan tertantang, Gengs.

Pada area di sekitar lokasi, kamu juga bakal disuguhkan dengan restoran berkonsep semi outdoor, tourism information center, toilet umum, dan berbagai spot foto menarik lainnya. BOB bermitra dengan Perum Perhutani sebagai pengelola lahan Hutan Pinus yang asri di kawasan Desa Sedayu ini. 

Glamping De Loano, merupakan showcase yang mempromosikan konsep pengembangan Glamorous Camping kepada masyarakat dan juga para calon penanam modal. Glamping De Loano juga menjadi pilot project yang dikembangkan oleh BOB di bawah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat setempat.

 

 

Di Hutan Pinus yang masih alami berhawa sejuk dan asri dengan disediakan 11 tenda eksklusif yang terdiri dari satu buah mushola dan 10 tenda inap lho Gengs. Kamu tahu dari sepuluh tenda inap tersebut, satu buah tenda merupakan kelas VIP yang berkapasitas empat orang sedang sembilan lainnya berkapasitas enam orang.

Lebih lanjut Indah menjelaskan, pihaknya juga menyediakan satu buah tenda untuk kebutuhan konsumsi serta sebuah lagi tenda multi fungsi yang bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan pertemuan mau pun rapat dengan suasana alam dan pedesaan yang ada di sekitar lokasi.

Spot unik dan menarik ini  sepenuhnya dibangun mengunakan anggaran promosi BOB yang berasal dari APBN.

Untuk membidik rasa memiliki (Sense of Belonging), masyarakat setempat perlu dilibatkan dengan menawarkan berbagai hiburan kesenian budaya. Selain itu, BOB juga melangsungkan kerja sama dengan GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Purworejo untuk menggelar pasar digital di Desa Sedayu, yang jaraknya tetap terjangkau dari spot Glamping DeLoano.

 

 

Pasar digital, dijadikan sebagai salah satu aktivitas dari pengunjung Glamping. Kegiatan ini adalah implementasi strategi Menteri Pariwisata tentang digital destination. Sekitar 70 anggota masyarakat akan berjualan kuliner tradisional dan produk lokal dan GenPi siap mendukung keberadaan destinasi ini. 

 

 

Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM menyatakan, pemkab akan ambil bagian dalam membangun infrastruktur di kawasan Borobudur Highland. "Purworejo akan ambil peluang untuk kesejahteraan masyarakat, namun kita harus persiapkan infrastrukturnya, terutama akses menuju destinasi dan saya akan fokus ke sana," katanya menanggapi soal akses ke dua spot destinasi. Nah tunggu apa lagi gengs, coba sensasi menikmati alam Menoreh sambil juga menikmati kuliner khasnya. (agam)