Desa Budaya Pampang di Kalimantan Timur

Desa Budaya Pampang di Kalimantan Timur

Desa Pampang adalah sebuah desa budaya yang berlokasi di Sungai Siring, Kota Samarinda, Kalimantan Timur dan merupakan objek wisata andalan kota Samarinda.

Desa Budaya Pampang berada tidak jauh dari pusat kota Samarinda sekitar 20 km. Pada tahun 1960an, Suku Kenyah dan Dayak Apokayan yang berada di daerah Malinau dan Kutai barat berpindah tempat karena tidak ingin bergabung dengan daerah Malaysia.

Nasionalisme mereka yang membuat mereka tetap bergabung dengan Indonesia, walau mereka harus menempuh perjalanan jauh dan berpindah-pindah tempat selama bertahun-tahun hanya dengan berjalan kaki.

Hingga akhirnya mereka sampai di daerah Pampang yang membuat mereka akhirnya menetap di wilayah ini hingga saat ini.

Pada tahun 1991 oleh pemerintah Desa Pampang resmi menjadi desa budaya di Kalimantan Timur. Di desa ini aktifitas kegiatan yang dilakukan suku Dayak sangat berkembang, adanya kerajinan asli suku Dayak hingga pagelaran tarian yang bisa dinikmati setiap hari minggu. Ada juga senjata asli suku Dayak seperti Mandau dan sumpit, ornament rumah khas Dayak dan nyanyian khas mereka.

Semua tarian yang digelar ini tentu memiliki makna tersendiri, termasuk dari gerakan-gerakannya. Sehingga biasanya sebelum salah satu tarian dimulai akan ada penjelasan mengenai makna dari tarian yang akan digelar. Uniknya, semua tarian yang digelar di Desa Pampang melibatkan seluruh masyarakat tua maupun muda.

Jika Anda mengunjungi Desa Budaya Pampang ini banyak sekali keunikan yang bisa Anda nikmati. Salah satunya adalah perkampungan yang memiliki corak Kalimantan dengan aura khas suku Dayak.

Kamu bisa berfoto dengan penduduk asli suku Dayat yang mempunyai daun telinga panjang dihiasi anting-anting, selain itu juga bisa melihat senjata khas, pakaian adat mereka yang dibuat dari kulit kayu, alat musik serta makanan khas mereka.

Setiap tahunnya, digelar acara memperingati ulang tahun Desa Pampang, yang disebut dengan nama Pelas Tahun.

Melalui desa ini, pemerintah berharap desa ini bisa terus memelihara dan melestarikan adat istiadat dan budaya masyarakat Dayak.

 

Foto: Indonesia.go.id // Ref: indonesia.go.id, wikipedia