Efek Kecanduan Medsos

Efek Kecanduan Medsos

Pada zaman selfie ini, medsos alias media sosial sudah menjadi trend serta konsumsi harian mahkluk-mahkluk penghuni bumi. Dari desa hingga ke kota. Tidak mengenal usia, kalangan dan golongan, dari yang masih paud hingga yang sudah bekerja, dari yang melarat hingga yang berpangkat. 

Jika perangkat gadget berikut power bank-power banknya sudah berada digenggaman tangan, pandangan pun seakan ogah untuk menghindar dari sang layar datar. Bahkan, saking fokus dan asiknya bermain medsos, sampai-sampai mertua lewat pun tidak kelihatan, ups! Lantas, efek buruk apa saja yang didapat jika seseorang sudah menjadi pecandu akut medsos?

 

1. Labil Mental

Efek samping ketika seseorang sudah terjangkit candu medsos adalah berubah menjadi Spiderman, eh? Bukan-bukan, maksudnya menjadi labil mental. Yaps, menjadi gampang lelah, mudah marah dan sering gagal fokus dalam menjalani aktivitasnya di dunia nyata. Bentar-bentar jadi gampang baper, tiba-tiba menjadi sensi dan bahkan tak jarang pula para pecandu medsos banyak yang terjangkit virus halusinasi yang berujung frustasi. Kenapa bisa terjadi hal seperti itu? Tentunya, karena tidak semua postingan di media sosial itu berisikan hal-hal yang berfaedah.

 

2. Hilang Kendali Dan Jati Diri

Ibarat Emak-Emak yang sedang mengendarai motor matic di jalan raya, menyalakan lampu sain kiri lalu tiba-tiba berbelok kekanan, para pecandu medsos gampang menjadi gamang, mendadak hilang kendali dan jati diri. Yaps! Mereka terkadang bisa menjadi pribadi yang kalem, kadang bisa juga berubah menjadi pribadi yang frontal dan juga menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Salahsatunya adalah dari cara bergaul sehari-hari orang tersebut di jagad dumay alias dunia maya.

 

3. Malas Bersosial Dan Beraktivitas Di Dunia Nyata

Kebanyakan dari kaum akut pemuja medsos, sering mengabaikan aktivitasnya di dunia nyata. Ya, nyatanya mayoritas dari mereka yang demikian itu, lebih suka leyeh-leyeh bermedsos ria dan menunda-nunda pekerjaan mereka di dunia nyata. Perangkat gadget, kuota dan chargeran telah menjadi sahabat sejatinya. Bagi mereka yang sudah akut, menunggah beragam postingan, menjadi stalker dan juga bersosial di kolom komentar jauh lebih berarti ketimbang berbincang dengan teman serta para keratnya di dunia nyata. Bahkan, miris agaknya jika melihat orang yang tinggal satu rumah tapi pengen ngobrol pun masih mengandalkan What's Appan.

 

4. Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Fisik

Bermain medsos berlebihan juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik. Rata-rata, para pecandu media sosial banyak yang mengalami gangguan tidur yang berujung syakitnya tuch di cini. Ups, Nah lho? Ya, minimal tangan menjadi gampang keram karena sebentar-sebentar megang ponsel, mata menjadi perih karena pantulan cahaya layar ponsel dan juga gampang terserang masuk angin karena keasikan main medsos jadi lupa untuk makan. 

 

5. Kehilangan Privasi

Saking ingin mendapat predikat sebagai anak online yang selalu ingin terlihat eksis di medsos, tak jarang orang yang sudah kecanduan media sosial menjadi kehilangan privasinnya sendiri. Ya, maklum, bentar-bentar update status galau biar banyak yang merhatiin, bentar-bentar update foto barang dengan caption bernuansa pamer dan bahkan ada juga yang dengan sengaja mengupdate video berbau kontroversi biar bisa menjadi Viral. Hal tersebutlah yang secara tak sadar mendasari privasi seseorang, menjadi tak berarti lagi.

Yuk, Gengs, mulai dari sekarang pergunakanlah media sosial dengan seperlunya dan sewajarnya agar kita menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani.