Bermimpilah Jadi Pengusaha Jangan Menjadi PNS Lagi, ini Penjelasanya!

Bermimpilah Jadi Pengusaha Jangan Menjadi PNS Lagi, ini Penjelasanya!

Photo by LinkedIn Sales Navigator on Unsplash

 

Berbicara tentang kehidupan ini memang tidak ada habisnya, apalagi mengenai hal ekonomi gengs. Pastinya akan ada banyak sekali opini yang berkembang di antara banyak orang. Modern ini ekonomi adalah hal yang sangat dekat dengan kehidupan. Bagaimana bisa begitu, alasannya karena ekonomi adalah sumber untuk penghidupan mereka.

 

Hal ini menjadi penting dan pekerjaan rumah besar bagi semua kalangan, entah itu masyarakat biasa sampai ke pejabat pemerintah. Pertanyaannya masih sama, yaitu bagaimana meningkatkan ekonomi negara ini. Sebab ekonomi yang maju akan berdampak baik untuk negara.

 

Angka kemiskinan berkurang, angka pengangguran berkurang dan angka kejahatan berkurang. Itu semua adalah yang menjadi harapan bagi banyak orang.  Tapi untuk mendorong ekonomi tersebut, ternyata masih sangat sulit, karena apa? Mental yang ada saat ini masih belum mendukung cita-cita itu.

 

Pemuda-pemudi penerus bangsa ini mempunyai cita atau harapan yang monoton. Nah menarik bukan cita-cita monoton itu apa? Emmm bagaimana harus memulai ya? Begini pemuda sekarang ini mayoritas masih belum memahami dengan benar apa itu cita-cita. Nah lebih tidak baiknya lagi mereka terjebak dalam lingkungan. Lingkungan ini yang membuat mereka tidak berkembang, dari dulu aku kecil sampai saat ini besar. Mereka semua masih sama harapannya, yaitu menjadi PNS.

 

Padahal apa yang terjadi, secara tidak langsung menjadi PNS itu membuat pikirannya mati. Bagaimana begitu, dari beberapa pendapat mengatakan. Menjadi pegawai negeri sipil itu pelan-pelan akan membuat negara ini memiliki banyak pengangguran intelektual. Lha emang bener sih kalo dipikir kan gengs.

 

Mereka semua berlomba-lomba mengejar ilmu awalnya, kuliah dengan berbagai macam jurusan. Tapi apa yang terjadi saat mereka menjadi PNS, mereka semua lupa dengan ilmunya. ini sangat berbahaya untuk ekonomi negara. Saat pensiun nanti, mereka semua akan menjadi tanggungan negara, dalam arti mereka memperoleh pensiun.

 

Sedang untuk tenaga dan pikirannya sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Hal ini menarik untuk di kaji, pengangguran bukan intelektual saja sudah berhasil membuat pemimpin negara pusing, apalagi nanti jika Indonesia dipenuhi pengangguran intelektual akan jadi seperti apa ekonomi negara ini.

 

Maka dari itu mengingat bahaya yang ditimbulkan sangat berpengaruh dengan kelangsungan negara ini. Mari kita ubah maindset pemuda-pemudi Indonesia. Janganlah bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil lagi, tapi berpikirlah untuk menjadi pengusaha.

 

Jika maindset ini berhasil, tak pelak Indonesia akan menjadi negara dengan masyarakat mayoritasnya pengusaha gengs.