Aku Tak Sanggup Berjuang Sendiri

Aku Tak Sanggup Berjuang Sendiri

Photo by Arnel Hasanovic on Unsplash

 

Aku hanyalah seorang manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Tapi, ketika menjalin sebuah hubungan denganmu aku telah berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu. Aku mencintaimu tanpa keraguan sedikit pun. Dalam setiap sujud aku selalu mendoakan kebaikan untukmu. Aku juga berusaha tabah ketika harus berhadapan dengan ego mu yang terlalu kuat,  agar hubungan ini tetap terus berjalan. Aku selalu berusaha memahami apa kamu butuhkan tanpa kau pinta.

 

 

Dalam mencintaimu aku tak menuntut banyak hal. Aku hanya ingin dirimu menghargai apa yang telah aku berikan kepadamu selama ini. Bukannya kau tahu bahwa cinta harus diperjuangkan bersama-sama? Lalu kenapa kau tak pernah menganggap diriku ada. Bahkan kehadiranku sering kali kau abaikan.

 

Aku kecewa dengan dirimu yang sering dikalahkan dengan ego. Semua yang aku lakukan kepadamu kini sia-sia. Kukira dirimu akan berubah dengan ketabahanku selama ini. Ternyata dugaanku salah. Kau tak berubah. Kau tetap bersikeras dengan egomu.

 

 

Aku hanya seperti kekasih bayangan. Yang ada tapi tak pernah dianggap ada. Kita telah dewasa, seharusnya kau mengerti. Aku berharap kita bisa menjalin hubungan ini dengan serius. Aku selalu berusaha untuk memantaskan diri dihadapan keluargamu. Semua usaha yang aku lakukan dalam sebuah hubungan ini semuanya sia-sia. Dibelakang ku, kau bermain dengan wanita lain. Kau mencari seseorang yang lebih dariku.

 

 

Setelah aku memikirkan segalanya, aku memutuskan untuk pergi dari kehidupanmu. Bukan aku sudah tak mencintaimu lagi. Tapi, aku sudah tidak kuat dengan sikapmu kepadaku. Dengan pengabaianmu selama ini. Karena cinta tak bisa diperjuangkan sendiri. Aku mencintaimu sepenuh hati, tapi kau mencintaiku setengah hati. Karena mencintai seseorang yang tak pernah mengahargai perasaan kita teramatlah menyedihkan.

 

 

Seharusnya dirimu bersyukur dicintai seseorang seperti diriku. Yang mau menerima semua kekuranganmu. Dan selalu ada untukmu kapanpun. Tapi dirimu tidak pernah menyadari hal itu. Karena ego dirimu terlalu sibuk mementingkan urusanmu sendiri.

Itulah mengapa aku pergi dari kehidupanmu.