Ada Banyak Yang Mengkhitbahku. Apa Yang Harus Aku Lakukan?

Ada Banyak Yang Mengkhitbahku. Apa Yang Harus Aku Lakukan?

Photo by rawpixel on Unsplash

 

Hai gengs kali ini saya akan membahas secara mendetail mengenai problem Muslimah nih, dimana saat usia seorang muslimah sudah matang untuk menikah, ada banyak laki-laki yang mengkhitbah.

Mungkin diantara kalian ada yang mengalami seperti ini? Hayoo? Yang senyum-senyum sendiri ketahuan tuh, pasti pernah mengalami hal yang sama yah. He he he

Dari sudut pandang Islam, pernikahan adalah suatu ibadah. Pernikahan adalah suatu ibadah suci yang termaktub dalam Al-Qur’an dan hadist Nabi. Kenapa? Karena didalam pernikahan mengandung banyak sekali hikmah dan keistimewaan. Maka barangsiapa yang mampu melaksanakannya dengan sempurna, maka ia akan mendapatkan pahala.

Sebelum menikah, tentunya ada prosesnya dahulu sahabat. Diantaranya yaitu Ta’aruf ( saling kenal-mengenal) dan Khitbah (Lamaran).

 

Andai ada banyak laki-laki yang melamar, apa nih yang harus dilakukan gengs?

Bukannya tidak mungkin, ini sering terjadi bahkan sampai zaman Now. Gengs kamu gak usah khawatir, gak usah sedih, galau, gundah gulana jika hal ini terjadi kepada kamu. Saya punya tipsnya.

 

1. Pikirkan matang-matang, laki-laki mana yang pantas untuk mendampingimu di dunia ini, syukur-syukur berlanjut sampai Akhirat.

Photo by Scott Broome on Unsplash

 

Gengs, tanya pada dirimu sendiri. Kamu pasti lebih tau, diantara banyak laki-laki yang mengkhitbahmu, laki-laki mana yang lebih pantas mendampingimu, menjadi imam mu dalam mengarungi bahtera rumah tangga hingga maut memisahkan.

Yang namanya biduk (rumah tangga) pasti ada badainya. Nah, badai itu bisa dari dalam maupun dari luar. Mungkin dapat pasangan baik & sholih tapi dari hubungan tetangga kurang baik, atau dari mertua yang kurang baik, ipar, teman-teman suami, bisa jadi semua orang disekitar baik tetapi ada masalah ekonomi, pekerjaan, belum dikaruniai anak, dsb. Banyaakkk banget macam badainya, guys. Penulis emang sudah pernah mengalami? Nah loh. He he he

Meskipun saya belum menikah, tetapi saya belajar mengenai hal seperti itu dari sahabat guys. Karena ilmu itu untuk dibagikan bukan? Kalau dipendam, TELO namanya. Intermezzo yaa guys.Ha ha

Pesan dari sahabat penulis yang sudah menikah, “Prinsip pertama yang harus kuat dipegang sebelum nikah itu Kalau sudah paham tiap biduk/kapal menemui badainya masing-masing, maka kita sebagai awak kapal lebih bisa mengontrol arah kemudi kapal, tidak akan ada istilah iri dengan rumah tangga orang lain,atau bersedih bahkan berputus asa atas apa yang sedang melanda rumah tangganya. Insyaa Allah bisa senantiasa sabar, ikhlas dalam menjalani dan bersyukur atas apa yang telah dimiliki”

 

2. Minta Nasihat Orang tua

Photo by Pablo Merchán Montes on Unsplash

 

Tips yang kedua yaitu meminta nasihat atau pertimbangan dari orang tua. Disamping menimbang sendiri mana yang terbaik untuk menjadi imam/suami, Kalian juga juga harus melakukan ini gengs. Karena orang tua lebih tahu dan berpengalaman.

Orang tua selalu ingin anaknya mendapatkan yang terbaik. Salah satunya dalam hal jodoh. Biasanya orang tua akan menimbang Bobot, Bibit, Bebet kaum adam yang melamar buah hatinya.

Pertama Bobot: Bobot artinya kualitas diri, baik secara lahir maupun batin. Ini meliputi keimanan, pendidikan, kecakapan dan perilaku.

Pertimbangan Bobot meliputi :

  1. Jangkeping Warni ( Lengkapnya Warna ). Merupakan istilah yang merujuk pada kesempurnaan calon menantu. Contohnya : tidak bisu, buta, tuli, lumpuh, dll.
  2. Rahayu ing Mana ( Baik hati ). Yang termasuk didalam poin ini adalah kecakapan agama yang dimiliki calon menantu.
  3. Ngertos Unggah-Ungguh (Mengerti attitude/tata krama)
  4. Wasis (ulet). Menantu yang baik haruslah rajin bekerja keras demi masa depan keluarga kecilnya.

 

Kedua Bibit: Makna dari Bibit adalah asal-usul atau garis keturunan. Maksudnya, calon menantu harus jelas latar belakangnya. Dari mana ia berasal, oleh siapa ia dididik. Peribahasa mengatakan Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan jua. Yang artinya  watak orang tua biasanya menurun kepada anaknya.

Nah,  itu artinya watak seorang calon menantu dapat dilihat secara kurang lebih dari watak orang tua yang membesarkannya.

 

Ketiga Bebet: Bebet berasal dari kata Bebedan ( Cara berpakaian ). Pepatah Jawa mengatakan

“ Ajining Raga gumantung ana ing Busana” yang artinya Aji/kewibawaan seseorang dilihat dari caranya berbusana. Karena cara seseorang menampilkan dirinya merupakan penggambaran dari apa yang ada dalam sejatinya orang tersebut.

Nah, itu dia beberapa hal penting yang biasanya dipertimbangkan oleh orang tua guys.. Satu hal yang harus kalian ingat,

“Ridho Allah tergantung Ridho orang tua. Murka Allah tergantung murka orang tua”.

 

3. Buat yang Muslim Sholat Istikharah

Foto: thegorbalsla.com

 

Tips yang terakhir dari saya adalah meminta petunjuk dari sang Maha Mengetahui, Allah Azza Wa Jalla. Yaitu dengan cara menjalankan shalat Istikharah.

Shalat Istikharah adalah shalat sunnah dalam rangka meminta petunjuk kebaikan kepada Allah dalam perkara mubah yang tidak diketahui. Misalnya memilih jodoh atau pekerjaan.

Lalu, bagaimana caranya mengetahui hasil istikharah?

Gengs, tidak seperti persangkaan sebagian orang bahwa jawaban shalat istikharah dikirim Allah dalam bentuk mimpi, sesungguhhnya hasil istikharah bisa dari kemantapan hati, lhoo..

Hati kita mantap memilih apa, itulah hasil istikharah kita. Jadi, tidak harus berupa mimpi yaa, guys.

Nah, itu dia tips dari penulis untuk kalian yang bimbang karena banyak pilihan, guys... Semoga penulis dan pembaca yang masih single, segera dipertemukan dengan jodohnya yaa...Bukan hanya jodoh didunia tetapi juga sampai di akhirat. Aamiin.

 

Catatan Penting : Netralkan hati. Kosongkan perasaan. Jangan berat sebelah. Dengan cara ini, kita akan lebih tawakkal terhadap apapun hasilnya nanti, sesuai Pilihan Allah Azza wa jalla dan kemantapan hati.