8 Adat Kebiasaan Masyarakat Jawa saat Kelahiran Bayi yang Mesti Kalian Ketahui!!!

8 Adat Kebiasaan Masyarakat Jawa saat Kelahiran Bayi yang Mesti Kalian Ketahui!!!

Photo by Jonathan Borba on Unsplash

 

 

Perlakuan bayi lahir ditiap daerah pasti beda-beda, ya salah satunya karena Indonesia ini beragam suku dan budaya. contohnya saja daerah Minangkabau ada yang namanya Upacara Turun Mandi yaitu ungkapan rasa syukur atas kelahiran bayi, daerah Bali dengan nama Jatakarma Samskara merupakan upacara kelahiran dari masyarakat Bali, Medak Api dari masyarakat Sasak dan masih banyak lagi.

 

Kalau di masyarakat Suku Jawa sendiri sebenarnya banyak juga ritual-ritual sebagai ungkapan rasa syukur, seperti Pepak Puser, Selapan. Nah, berikut ini ada beberapa hal yang masyarakat Jawa lakukan saat kelahiran bayi, Gengs:

 

1. Mengubur Ari-ari
Hal tersebut dilakukan oleh sang Ayah dari jabang bayi, sesaat ketika bayi telah lahir. Adapun ugorampe yang mesti ada untuk dikubur bersama dengan ari-ari seperti bokor tanah, garam brosot, sisir, kaca, pensil, penggaris, bunga tujuh rupa dsb.

 

2. Pepak Puser
Bentuk rasa syukur bahwa puser dari jabang bayi telah lepas, biasanya berupa bancaan (syukuran) bubur abang putih (merah putih) yang dibagi-bagikan ketetangga terdekat yang sebelumnya telah didoakan.

 

Bubur abang putih ini tidak diharuskan apabila ada alternatif lain bisa digunakan yang penting waktu puser lepas diharuskan untuk bancaan. oh iya Gengs, lepas puser ini tiap bayi beda-beda ada yang 3 hari sudah lepas, 5 hari baru lepas bahkan ada yang sampai 14 harian.

 

3. Aqiqah
Upacara ini memang disunnahkan bagi pemeluk agama Islam dan secara umum masyarakat jawa telah terakulturasi dengan Islam, karena sebagian masyarakat Jawa juga memeluk agama Islam jadi Aqiqah ini juga sebagai bagian budaya Jawa. biasanya dilakukan tujuh hari atau 14 hari setelah kelahiran bayi

 

Beda nya Islam tidak menganjurkan adanya ritual khusus seperti doa bersama, makan bersama, gunting rambut, Diba'iah. Masyarakat Jawa mengisyaratkan hal itu. Aqiqah tetap dilaksanakan sesuai ajaran Islam namun juga diselipkan ritual-ritual seperti gunting rambut, diba'iah dan selapanan.

 

4. Gunting Rambut
Merupakan salah satu ritual saat Tasyakuran Aqiqah, berfungsi sebagai mengusir dan tolak balak agar jabanh bayi tersebut tidak diganggu setan atau makhluk halus. 

 

Properti yang harus disiapkan adalah gunting, bunga tujuh rupa, dan minyak wangi yang disemprotkan disekeliling jabang bayi.

 

5. Selapan
Syukuran setelah bayi berumur 36-40 hari namun kebiasaan tersebut dibeberapa daerah di Jawa sudah tidak dilakukan atau digabungkan dengan acara aqiqah.

 

6. Menaruh Gunting Si bawah Kasur
Nah hal ini sering dilakukan oleh masyarakat Jawa, yaitu menaruh gunting dibawah kasur bayi gunanya apa? Agar bayi tidak diganggu oleh makhluk halus Gengs.

 

7. Menggendong Bayi saat Surup
Begitu juga dengan menggendong bayi saat surup, hal tersebut juga bertujuan agar makhluk halus tidak ada yang mengganggu. Sampai bayi berumur satu bulan prosesi ini sudah tidak wajib dilakukan.

 

8. Mengangkat jemuran saat surup
Pada prosesi ini hampir sama dengan menggendong bayi, tujuannya agar tidak diganggu oleh makhluk halus. Lalu kenapa saat surup? surup itu waktu saat sore menjelang malam dan ketika waktu tersebut tiba masyarakat Jawa percaya saat surup adalah saat ketika makhluk halus keluar.

 

Demikianlah adat kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Jawa saat kelahiran sang buah hati. Lalu bagaimana di tempat kalian?