7 Istilah yang Menggunakan Kata “Pahlawan”

7 Istilah yang Menggunakan Kata “Pahlawan”

Foto: google 

 

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November, kalau tahun ini diperingati pada hari minggu lali. Etss, tapi biasanya nih di Sekolah-sekolah dan institusi pemerintahan maupun swasta ngadain upacara peringatan hari pahlawan. Mengutip dari ucapan Bung Karno “Jas Merah” Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Nah dengan peringatan Hari Pahlawan ini adalah salah satu bentuk penghormatan kita sebagai rakyat Indonesia. 
 

 

Dikutip dari Kompas.com, ditetapkannya 10 November sebagai Hari Pahlawan bukan tanpa alasan. 10 November 1945 merupakan pertempuran antara arek-arek Surabaya dengan tentara Belanda. Peristiwa itu bermula dari kedatangan Tentara Sekutu ke Surabaya pada Oktober 1945 yang dipimpin oleh Jenderal Mallaby. Mereka melakukan aksi seremonial dengan berjalan ke berbagai sudut kota untuk melihat situasi.

 

Akan tetapi, pada 30 Oktober 1945, perwira kerajaan Inggris itu tewas akibat mobil yang ditumpanginya hangus terbakar.  
 

 

Melihat sejarah di atas begitu besarnya jasa-jasa para Pahlawan untuk bangsa dan negara ini dan hendaknya kita juga memikirkan nasib para veteran perang sebagai bentuk kewajiban moral kita sebagai generasi penerus bangsa ini. 
Nah dari sini ada juga istilah-istilah yang menggunakan nama Pahlawan sebagai ungkapan penghormatan bagi orang-orang yang memiliki profesi tertentu. Sebagai berikut :


1. Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Siapa yang tidak tahu istilah ini? Yups, pahlawan tanpa tanda jasa kerap disematkan oleh seorang yang berprofesi sebagai guru. Pertanyaannya kenapa demikian? Kenapa Guru disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa? Dari istilahnya saja sudah bisa kita berlogika, contohnya kalau kita sukses, karir bagus, mapan, keluarga harmonis lalu apa yang orang lain lihat? Yang pertama kali orang lain tanya itu diantaranya adalah anaknya siapa? Dari keluarga mana? Asli orang mana? enggak pernah orang lain tanya, Guru SD nya siapa ya? Ya kan? Padahal pembentukan karakter dan kecerdasan seoarang anak sedikit banyak dari sekolah.

 

2. Pahlawan Kesiangan
Dikutip dari //id.Wiktionary.org pahlawan kesiangan adalah orang yang ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri sebagai pejuang, Gengs. 

 

Dikutip dari website lipi.go.id/ bahwa pahlawan kesiangan berarti orang yang hanya mau berjuang setelah pertempuran selesai atau masa sulit berakhir. Atau orang yang ketika masa revolusi tidak berbuat apa-apa, tetapi setelah perang usai mengklaim diri sebagai pahlawan.hehe lucu ya Gengs?

 

Namun, ungkapan ini bisa pula ditujukan kepada orang/kelompok yang bangun siang dan tidak tahu bahwa zaman sudah berubah tetapi masih terus berjuang dengan cara lama. Jadi Netizen saya mohon jangan jadi Pahlawan Kesiangan ya Gengs.

 

3. Pahlawan Kesehatan
Tak lain tak pula istilah ini biasa disematkan oleh seorang yang berprofesi sebagai Dokter. Namun tak boleh sembarang dokter yang bisa mendapatkan predikat Pahlawan Kesehatan, loh Gengs. Mereka yang bisa disebut Pahlawan adalah sosok yang dapat membuat suatu perubahan dan manfaat kepada banyak orang.

 

Di Indonesia cukup banyak Dokter yang kemudian mendapat predikat sebagai Pahlawan Kesehatan seperti dr. Sardjito, Siwabessy dan menurut saya termasuk Dokter yang meninggal saat kerusuhan Wamena yaitu dr. Soeko.

 

4. Pahlawan Devisa
Coba ada yang tau enggak istilah Pahlawan Devisa ini disematkan oleh siapa? Yups betul. Pahlawan Devisa diemban oleh Pekerja Migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Data menyebutkan bahwa “Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tersebar di negara-negara luar mengirimkan dana (remitansi) hingga Rp US$ 2,7 miliar atau Rp 38 triliun (Asumsi Kurs US$ 1 = Rp 14.200) hingga kuartal III-2018 kemarin.” dikutip dari website //cnbcindonesia.com/.

 

5. Pahlawan Revolusi
Dikutip dari website id.wikipedia.org “Pahlawan Revolusi adalah gelar yang diberikan kepada sejumlah perwira militer yang gugur dalam tragedi pada tanggal 30 September 1965 malam dan 1 Oktober 1965 dini hari. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, gelar ini diakui juga sebagai Pahlawan Nasional.

 

Tanggal 30 September 1965 merupakan hari yang sangat kelam dalam sejarah Bangsa Indonesia pada tanggal itulah Bangsa Indonesia harus kehilangan 10 orang terbaik Bangsa ini, sebagai berikut :


1.    Jendral Ahmad Yani
2.    Letjen Soeprapto
3.    KS Tubun
4.    Letjen MT Haryono
5.    Letjen S. Parman
6.    Mayjen DI Pandjaitan  
7.    Pierre Tendean
8.    Mayjen Sutoyo Siswomiharjo
9.    Kolonel Sugiono
10.    Brigjen Katamso

 

6. Pahlawan Reformasi
Kalau kamu yang lahir tahun 80-90 an pasti ingat ya, dimana pada waktu setiap saluran stasiun TV menayangkan berita soal Demonstrasi Mahasiswa. Yup, pada bulan Mei 1998 adalah tahun bersejarah bagi Negara Indonesia yang mana terjadi chaos besar-besaran di Jakarta.

 

Massa menuntut agar Presiden Soeharto turun dari jabatannya dan menuntut reformasi. Ada chaos ada juga korban di dalamnya, bentrok dengan aparat tak bisa terhindarkan kena pukulan, gas air mata bahkan ada yang meninggal.

 

Berikut sosok Pahlawan Reformasi Pejuang Demokrasi yang pada tanggal 15 Agustus 2005 presiden SBY memberikan Bintang Jasa Pratama kepada 4 sosok tersebut.


a.    Elang Mulia Lesmana
b.    Hafidin Royan
c.    Hendriawan Sie
d.    Hery Hartanto

 

7. Pahlawan Keluarga
Siapa lagi kalau bukan Ayah, tapi definisi ini tentu harus signifikan dengan kelakuannya ya. Kalau sang Ayah dzolim pada keluarga belum bisa dikatakan sebagai Pahlawan Keluarga ya, Gengs. Nih aku kasih syarat agar Ayah bisa disebut sebagai Pahlawan Keluarga. Pertama harus bertanggung jawab pada istri dan anak secara jasmani dan rohani. Kebutuhan Jasmani dan Rohani ini harus berkesinambungan, jangan sampai yang diberikan hanya kebutuhan jasmani saja tapi kebutuhan rohani dikesampingkan. 

 

Namun istilah Pahlawan Keluarga ini menurut saya juga tidak identik dengan sang Ayah, bisa juga seorang Ibu yang terpaksa harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga karena ada alasan yang jelas, misalkan suami sakit keras atau ditinggal Suami / meninggal. Pun seorang anak bisa juga menjadi Pahlawan Keluarga jika ada alasan yang membenarkan.
 

Demikian 7 istilah yang menggunakan kata Pahlawan, Gengs. Sebenarnya ada istilah lain yang sering dipakai seperti Pahlawan APBN, Pahlawan Lingkungan dan sebagainya. So Gengs, coba kalian evaluasi diri kalian apakah kalian bisa menjadi Pahlawan Sejati yang bukan berkonotasi negatif seperti Pahlawan Kesiangan. Ingat gengs “Sebaik-baik Manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”  (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).