5 Masakan Khas Indonesia, Berbahan Dasar Ekstrim. Kalian Berani Mencicipi, Gengs?

5 Masakan Khas Indonesia, Berbahan Dasar Ekstrim. Kalian Berani Mencicipi, Gengs?

Foto: arumsekartaji.wordpress.com/ Nurul Hidayat

 

Mengenai makanan pastinya tidak akan ada habisnya saat kita membahas masakan Indonesia. Kuliner-kuliner dari Indonesia adalah yang paling menggugah selera. Bahkan begitu sangat beragam jenisnya dengan bumbu rempah-rempah khas nusantara. Bahkan kuliner dianggap sangat penting peranannya sebagai bagian dari ciri budaya Indonesia.

Seiring berkembangnya jaman, tentu kuliner di Indonesia sudah mengalami banyak inovasi dan perubahan tren. Namun meski begitu, banyak kuliner tradisional Indonesia yang masih tetap dinikmati dan tidak lekang oleh waktu.

Di Indonesia berbicara tentang kuliner akan ada banyak macamnya, mulai dari kuliner modern sampai kuliner yang legendaris. Nah beberapa kuliner legendaris dari Indonesia ini mempunyai bahan dasar yang tidak kalian duga lhoo gengs? dan bisa di sebut juga ekstrem. Mau tau apa saja kuliner tersebut, yuk kita cari tau.


1. Menggoda, rujak blonyo namanya

Foto: cahayapena.co.id

Di kota Gresik ada kuliner yang di beri nama dengaan Rujak blonyo, kuliner ini asli dari masyarakat pesisir Gresik khususnya. Makanan ini menurut saya sangat unik, bahan utamanya adalah terung laut (blonyo). Bahkan jarang juga ditemui, soalnya bahan utama untuk membuat masakan ini hanya bisa di dapatkan pada waktu tertentu saja. Yang menjadikan penasaran lagi adalah tidak semua orang dapat mengolahnya. 

 

2. Dari isi lambung hewan ternak, namanya trites

Foto: srikatana.blogspot.com

Makanan ini mungkin yang paling gokil kali ya, dan mungkin juga sangat ekstrem. 
Makanan khas masyarakat Karo ini bernama trites. Kuliner yang berbahan dasar rumen kerbau atau sapi ini sangat diminati di Sumatera Utara, khsusnya di Karo.

Rumen sendiri adalah isi lambung kedua yang berasal dari rerumputan atau dedaunan yang telah di kunyah oleh kedua hewan ternak tersebut. Tetapi belum mencapai pencernaan penuh, sehingga belum di keluarkan sebagai kotoran. Makanan ini dalam penyajiannya atau pengolahannya akan mirip seperti soto. Ihhhhhh gimana gengs, berani mencoba? 

 

3. Berbahan dasar kelelawar buah, mereka menyebutnya paniki

Foto: solusik.com

Namanya paniki kuliner asli dari Manado, bahan utamanya adalah kalong. Kalong sendiri merupakan sejenis kelelawar pemakan buah. Paniki diolah dengan cara hampir mirip dengan gulai. Yaitu berbahan dasar santan kelapa kental, bercampur dengan bumbu-bumbu rempah, kemudian di campurkan dengan daging kalong. Selain dimasak dengan cara sajian paniki, kalong juga dapat di jadikan sate. Nah kayaknya mending mencicipi ini makanan ini ya gengs, daripada kuliner trites.

 

4. Bothok tawon

Foto: arumsekartaji.wordpress.com/ Nurul Hidayat

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur ada salah satu kuliner yang terbuat dari tawon, iya serangga yang suka menyengat ini dijadikan olahan untuk lauk nasi. Ternyata menyehatkan juga lhoo, dan mengandung banyak protein. Tawon yang digunakan sendiri bukan tawon yang dewasa, tetapi ketika masih menjadi larva. kemudian dibungkus menggunakan daun pisang, di campur dengan berbagai rempah-rempah dan bumbu. Selanjutnya di kukus sampai bau khas masakan mulai beraroma, udah deh tinggal dimakan, gimana berani makan bukan? 

 

5. Terbuat dari darah hewan yang di bekukan

Foto: liputan6.com

Pernah mendengar dengan nama dideh? Kalau yang belum tau tak kasih tau, Gengs? Dideh atau saren merupakan makanan yang terbuat dari darah, kenapa kalian kaget? Iya makanan ini memang berasal dari darah, eiits tapi bukan darah manusia, lebih tepatnya darah binatang. Darah binatang sembelihan kemudian dibekukan yaitu dengan teknik dikukus atau dimasak. Dideh pada umumnya disajikan dalam bentuk sate, oseng/tumis maupun dibuat berkuah seperti opor. Katanya sih buat yang mempunyai anemia, dapat dimanfaatkan untuk penambah darah.