5 Hal yang Nggak Boleh Kamu Katakan pada Orang Depresi

5 Hal yang Nggak Boleh Kamu Katakan pada Orang Depresi

Foto: https://unsplash.com/@anthonytran

 

Belakangan ini, orang sering sekali menyinggung tentang kesehatan mental. Bahkan, ada hari kesehatan mental sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober lalu. Orang-orang, meski bukan psikolog maupun psikiater dan petugas klinis lain, ikut serta berlomba menyebarkan informasi mengenai pentingnya kesadaran tentang kesehatan mental.

 

Nyatanya, banyak loh Gengs orang yang tidak sadar bahwa dirinya memiliki kelainan mental yang harus disembuhkan, contohnya depresi, bipolar disorder, anxiety disorder, panic attack, dan banyak lainnya. Bahkan, di antara kita banyak yang menyepelekan penyakit depresi dan menganggapnya hanya kesedihan biasa yang mudah dihilangkan.

 

Depresi, sebagaimana dikutip dari Wikipedia, adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negative terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Depresi juga bisa menjadi gejala dari gangguan kejiwaan, seperti gangguan depresi mayor dan distimia.

 

Untuk mengetahui kamu depresi atau tidak, ada beberapa gejala yang bisa dideteksi. Beberapa di antaranya, dikutip dari alodokter.com, mengalami kecemasan dan kekhawatiran berlebihan, tidak stabil secara emosional, dan merasa putus asa dan frustrasi. Dari segi fisik, ciri-cirinya adalah selalu merasa kelelahan dan tidak bertenaga, gampang pusing dan merasa nyeri tanpa sebab, dan menurunnya selera makan. Namun, untuk mengetahui dengan pasti, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga professional, seperti psikolog dan/atau psikiater.

 

Terus, kalau ternyata ada dari temanmu yang kelihatan depresi, atau memang mengakui bahwa dirinya sedang dalam pengobatan depresi, apa aja sih, yang terlarang buat kamu lakukan? Nah, ini dia beberapa poinnya.

 

1. “Ah, masalahmu nggak ada apa-apanya dibanding aku”


Setiap orang punya cara pandang yang berbeda dalam menghadapi masalah. Jika kamu bisa menghadapi masalahmu dengan lebih positif, belum tentu orang lain juga begitu. Jadi, jangan menyamakan kekuatanmu dengan kekuatan orang lain. Ketegaran dalam menghadapi hidup juga dipengaruhi banyak faktor, dari faktor genetik, pengaruh didikan orang tua, lingkup pergaulan, agama, sampai gaya hidup. Jadi, tidak bisa dipukul rata semua orang merespons satu hal dengan cara yang sama.

 

Jika ada temanmu yang sedang depresi dan bercerita, jangan menghakiminya dengan kata-kata ini, karena sama saja kalian sedang menggali kuburan teman sendiri. Ingat, depresi yang parah seringkali berujung percobaan bunuh diri, loh.

 

2. “Kamu kurang bersyukur aja kali sama hidup”
Menurut psikolog, ada yang disebut “depresi”, ada pula yang dikatakan “feeling depression”. Seseorang yang depresi seringkali sudah tidak mampu mengontrol pikirannya, sehingga mereka punya banyak perasaan bersalah, rasa rendah diri, dan keinginan mati. Semua perasaan ini tidak mudah untuk dikendalikan. Untuk itu, dibutuhkan bantuan psikolog, bahkan terkadang perlu obat-obatan. Alih-alih menuduhnya kurang bersyukur, akan lebih baik kalau kita membantu men-support-nya agar pengobatan yang dijalani lancar dan dia bisa sembuh seperti sedia kala.

 

3. “Hidupmu tuh udah sempurna, apa sih, yang kamu sedihin?”
Masih ingat Sulli, mantan personil girlband f(x) yang belakangan ini heboh dikabarkan meninggal karena bunuh diri? Coba lihat kehidupannya. Dia punya karier yang bagus dan semua terlihat sempurna. Namun, ternyata dia tetap mengalami depresi karena banyaknya cacian dan hujatan dari fans. Selain itu, dia juga mengaku tidak pernah mendapat tempat untuk bercerita mengenai kesulitannya selama hidup.

 

Kalau orang biasa bisa beraktivitas dengan bebas, curhat sesukanya, sebagai artis dia harus menahan diri dan menutupi beban itu sendirian. Depresi kadangkala muncul dari kondisi semacam ini, saat seseorang terus-menerus memendam emosi yang seharusnya dia keluarkan. Maka, kehidupan sempurna—kaya, cantik, atau terkenal—bukan jaminan untuk bebas dari depresi.

 

4. “Stres aja pake minum obat”
Depresi bukanlah stres biasa yang cenderung sembuh setelah melakukan aktivitas yang menyenangkan. Orang yang depresi bisa saja tampak bahagia, tapi sebenarnya fisik dan hatinya hampa. Jika tidak ditangani, maka seperti halnya penyakit fisik, maka depresi tidak akan sembuh. Sama juga seperti sakit fisik, orang depresi perlu mendapat obat jika memang dibutuhkan. Obat yang diminum juga tidak sembarangan, melainkan atas petunjuk dokter dan dipantau terus selama masa konsumsinya. Jadi, jangan asal bicara, salah-salah, malah kamu memperburuk depresi yang dialaminya.

 

5. “Dari dulu bilang pengen mati, tapi masih hidup sampe sekarang?”
Biasanya, kata-kata ini keluar kalau seseorang yang depresi bercerita berkali-kali mengenai suicidal thought yang dialaminya. Pemikiran dan ide mengenai bunuh diri bisa muncul sewaktu-waktu bahkan berkepanjangan bagi penderita depresi. Ini bukan pengalaman yang menyenangkan, karena otak seperti tak bisa memikirkan hal lain selain itu. Jadi, jangan asal bicara yang malah bisa menjerumuskan penderita untuk melakukan idenya tersebut.

 

Banyak penderita depresi yang bertahan bertahun-tahun menunda keinginan bunuh dirinya, tapi karena tidak mendapat bantuan dari sekitar dan malah dipojokkan, akhirnya dia pun bunuh diri betulan. Kalau sudah begini, kita juga merasa bersalah karena terlambat menolongnya, bukan?

 

Maka, sangat penting menjaga lisan agar tidak asal bicara pada penderita depresi atau gangguan mental lainnya. Seperti sakit fisik, sakit mental juga bisa disembuhkan, asal ada keinginan dan usaha. Jadi, mari kita bantu kawan-kawan yang sakit dengan mendukung dan menyemangati, bukannya menuduh, menjatuhkan, dan menghina mereka.