5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mencegah Gaya Hidup Hedon

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mencegah Gaya Hidup Hedon

Illustration by Sharon McCutcheon on Unsplash

 

Generasi milenial yang akrab dengan media sosial kerap dianggap hedonistik. Dalam kamus, hedonistik artinya bersifat hedonisme; menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Kalian tau enggak sih, Gengs? Ciri gaya hidup hedonistik itu berfoya-foya, membeli pakaian branded hanya karena ingin terlihat menawan, dan jauh dari kata minimalis.

Secara hukum, gaya hidup hedonistik memang enggak melanggar undang-undang. Hmmm, namun, secara etika dan kesehatan, gaya hidup ini patut dipertimbangkan. Pasalnya, berfoya-foya atau memaksa diri untuk membeli barang-barang mahal itu enggak baik untuk kesehatan dompet (finansial). Nah, supaya terhindar dari gaya hidup yang cukup berbahaya ini, ada lima hal mudah yang bisa kamu lakukan!

 

1. Belajar lebih selektif dalam memilih teman

Photo by Bewakoof.com Official on Unsplash

Bukan, maksudnya bukan menjauhi teman-teman yang punya banyak uang dan suka nongkrong di tempat-tempat kece. Selektif di sini artinya mempertimbangkan sifat dan sikap mereka, mana yang hidupnya boros dan mana yang hidupnya santai. Sebab lingkar pertemanan itu bisa memengaruhi gaya hidup kita, mylove~

 

2. Jangan selalu melihat ke atas, sesekali lihat yang di bawah

Photo by kelly-sikkema-429527-unsplash

Lebih tepatnya jangan terlalu banyak mengeluh sampai lupa bersyukur lho, Gengs. Melihat ke atas (orang-orang yang lebih sukses) tentu boleh kalau tujuannya untuk memotivasi diri. Yang enggak boleh itu kalau kamu melihat mereka tanpa memiliki kekuatan iman. Alih-alih termotivasi, nanti malah merasa iri dan dengki hati. Setiap kali kamu mau melihat ke atas, supaya enggak khilaf, selalu ingat ayat ini ya: "Maka nikmat Tuhan-mu mana lagi yang kamu dustakan?" tsaaaah~

 

3. Menentukan prioritas sebelum membeli sesuatu

Photo by jelle-van-leest-655938-unsplash

Kamu (terutama cewek) pasti suka window shoping alias buka-buka online shop tanpa beli: lihat barang bagus, capture, berkhayal, setiap hari. Ya, hal semacam ini memang lumrah dan enggak apa-apa sih, Gengs. Hanya saja, selalu tentukan prioritas barang yang ingin dibeli; utamakan fungsi dan manfaatnya. Supaya lebih mudah, ketika ingin membeli sesuatu, coba renungkan dulu apakah kebutuhan atau sekadar keinginan?

 

4. Mengurangi waktu berselancar di media sosial

Photo by erik-lucatero-257494-unsplash

Ya, betul. Gaya hidup selebgram dan Youtuber sukses itu umumnya hedonistik. Namun, mereka bisa begitu karena memang mampu. Yang sering kita lupa adalah finansial kita belum sepadan dengan mereka. Makanya, kalau keuanganmu belum di titik itu, lebih baik kurang-kurangi buka media sosial dan kerja. Ingat, kerja, kerja, kerja!

 

5. Mempelajari konsep gaya hidup minimalis

Photo by Toa Heftiba on Unsplash

Raditya Dika adalah salah satu orang sukses di Indonesia yang gaya hidupnya minimalis. Singkatnya, gaya hidup minimalis itu hanya memiliki barang-barang yang memberi value secara nyata, bukan sekadar koleksian. Selain Raditya Dika, orang sukses yang menerapkan gaya hidup minimalis adalah Mark Zuckerberg (iya, nyebut namanya susah banget) sang pendiri Facebook. Mereka saja yang sukses bisa hidup minimalis, masa kita enggak? Pasti bisa!

Itulah lima cara supaya terhindar dari gaya hidup hedonistik. Bagaimana, mudah, kan? Selamat mencoba!