5 Gejala yang Menandakan Kamu Harus Berhenti Main Media Sosial

5 Gejala yang Menandakan Kamu Harus Berhenti Main Media Sosial

Ilustration by Jakob Owens via Unsplash

 

Selain rokok, cinta, dan PUBG, ternyata media sosial juga bisa membuat kita kecanduan lho, Gengs? Percaya tidak percaya meskipun dampaknya tidak separah rokok, tetapi tetap saja berbahaya dan berisiko. Kecanduan media sosial bisa bikin kita menjadi orang yang pesimis, lupa diri, ataupun kehilangan teman di dunia nyata.

Memang sih Gengs! media sosial itu sudah seperti kebutuhan pokok manusia zaman sekarang, terutama para pembuat konten. Namun, kalau kamu ada di kategori penikmat konten alias warganet biasa, perhatikan lima gejala ini yang menandakan media sosial sudah harus ditinggalkan. Kalau salah satunya ada pada diri kamu, segeralah berhenti bermain media sosial untuk sejenak.

 

1. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Illustrasi by Fares Hamouche on Unsplash

Di Instagram, kita sering melihat orang-orang yang gaya hidupnya sangat canggih. Terkadang tanpa sadar ada hasrat ingin menjadi seperti mereka. Sebenarnya enggak apa-apa kalau kamu tahu caranya. Akan tetapi, kalau hal itu malah membuatmu jadi terpuruk dan pesimis dalam memandang hidup, sebaiknya rehat dulu dari media sosial. Percayalah, di luar sana ada yang hidupnya jauh di bawah kita.

 

2. Berpura-pura menjadi sosok lain

Illustrasi by sebastiaan stam on Unsplash

Beberapa orang, saking inginnya terkenal, sering kali berpura-pura menjadi orang lain. Bersikap mengikuti gaya seseorang dengan harapan bisa seterkenal dia. Apakah itu bagus? Tentu tidak. Kita akan kehilangan jati diri dan selalu sembunyi di balik topeng kepura-puraan. Ingat, setiap manusia itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 

3. Banyak membuang-buang waktu untuk scroll timeline

Illustrasi by Erik Lucatero on Unsplash

Kalau kamu buka media sosial karena memang ingin mencari berita atau menonton video hiburan, sebenarnya masih oke. Namun, yang sering terjadi (terutama ketika tengah malam), kita membuka media sosial hanya karena enggak tahu mau ngapain lagi. Akhirnya waktu kita terbuang percuma oleh scroll-scroll timeline, padahal bisa digunakan untuk hal lain yang lebih produktif. Misalnya, menulis atau membaca buku.

 

4. Ketika segala hal dilempar ke publik

Illustrasi by Kristina Flour on Unsplash

Adakalanya kita ingin memberi tahu dunia tentang apa saja kegiatan kita, pencapaian, atau sedang di mana kita berada. Manusiawi, kok. Tetapi kalau sudah di tahap semua hal diumbar, rasa-rasanya mulai berlebihan deh, Geng! Cobalah untuk lebih selektif ketika melempar sesuatu ke media sosial. Jangan segala hal diiformasikan, karena nanti akan membuat kita ketergantungan untuk spamming.

 

5. Hilangnya interaksi di dunia nyata

Illustrasi by Søren Astrup Jørgensen on Unsplash

Barangkali kamu masih suka berkumpul dengan teman dan keluarga, tetapi perhatianmu tak pernah lepas dari layar smartphone. Ini tidak baik karena perlahan-lahan kamu akan kehilangan kepekaan terhadap sekitar, dan kemungkinan terburuknya kehilangan empati. Kamu akan menjadi acuh tak acuh pada apa yang terjadi di sekelilingmu.

Nah, gimana? Adakah salah satu gejala di atas yang kamu alami?